Davos, Update – Sebagai salah satu pembicara di panel diskusi bertema “Absorbing Commodity Shocks”pada Selasa (24/5) pada World Economic Forum 2022 di Davos, Swiss. Demikian situs Kemendag RI memberitakan Rabu (25/5).

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfimenyatakan bahwa beberapa kejadian dunia yang sifatnya negatif dan insidental seperti  perang  di  Ukraina  sebenarnya  hanya  berfungsi  sebagai  pendorong  dan  peringatan. 

Dikatakan, bukan penyebab  utama  terganggunya  arus  perdagangan  komoditas  yang  menyebabkan  inflasi  tinggi  di berbagai belahan dunia saat ini.

“Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo sudah sejak lima tahun lalu menyatakan bahwa perdagangan komoditas dunia perlu ditata ulang karena struktur dan sistem yang dominan saat ini lebih banyak dampak buruknya dibandingkan manfaatnya.

Khususnya bagi masyarakat di negara berkembang besar seperti Indonesia, Brasil, India,danTiongkok,”kata Mendag Lutfi.

Yang   dibutuhkan,   menurut   Mendag   Lutfi,   adalah   perubahan   mentalitas dalam   memandang perdagangan  bebas  dunia  sebagai  lokomotif  yang  tidak  bisa  dilepaskan  dari  faktor-faktor  non ekonomi.  Konsep  yang  dikenal  dengan  ESG  (environment,  sustainability,and  governance)  saat  ini menjadi  ukuran  pertama  dan  utama  bagi  investor  dalam menanamkan  modalnya. 

Konsep  ESG adalah    pembangunan    ekonomi    berbasis pemeliharaan    lingkungan,    pembangunan    yang berkesinambungan, dan tata kelola. “Kami  di  Indonesia  percaya  bahwa  komitmen  penuh  terhadap  ESG  menciptakan  platform  untuk membangun  rasa  saling membutuhkan  dan  saling  percaya  antara  semua  negara  di  dunia,”kata Mendag Lutfi.

Tapi   Indonesia   tidak   tinggal   diam   melihat   beragam   hambatan   terhadap   perdagangan   dan perekonomian  dunia.  Menurut  Mendag  Lutfi,  Indonesia  sebagai  negara  terbesar  di  ASEAN  yang memiliki total populasi 600 juta orang saat ini bersama-sama 9 negara ASEAN lainnya berkomitmen penuh  untuk  menghilangkan  kendala  perdagangan  antar-negara  ASEAN  sebagai  kontribusi  nyata ASEAN  dalam  meringankan beban  perekonomian  dunia  saat  ini. 

Hal  tersebut dilakukan  sambil  10 negara ASEAN saling mendukung dalam menerapkan konsep ESG di masing-masing negara. “Selanjutnya dengan komitmen penuh ASEAN dalam penerapan ESG, kami berharap perekonomian ASEAN  bisa  semakin  terintegrasi  ke  dalam  rantai  pasok  utama  dunia  (main  global  supply  chain),” tegas Mendag Lutfi. Singkatnya, tegas Lutfi, ESG justru akan menjadi katalis sekaligus peluang untuk negara berkembang menjadi negara maju.

Pertemuan tahunan WEF adalah agenda reguler utama bagi Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi setiap  tahunnya.  Sebaliknya  Mendag  Lutfi  adalah  tokoh  nasional  yang  palingsering  diundang sebagai pembicara di berbagai panel diskusi WEF setiap tahun.

Pada tahun 2008 Muhammad Lutfi adalah salah satu orang Indonesia pertama yang mendapatkan penghargaan Young Global Leaders  bersama-sama dengan tokoh muda dunia lainnya seperti kedua pendiri Google, Larry Page ,dan Sergei Brin dari dari World Economic Forum. /fsp

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.