Kasus UGM, Yang Teriak Demokrasi Malah Tidak Demokratis: Memaksakan Kehendak

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid dan koleganya. Foto: Warta Ekonomi
JAKARTA, EmitenUpdate.com – Aduuuh, sangat disayangkan kejadian ini terjadi dikalangan mahasiswa di kampus terkemuka. Teriak demokrasi tapi tidak mencerminkan pro demokrasi. Yang ada adalah memaksakan kehendak.
Seorang mahasiswa meminta, memaksa Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid,untuk mengakui kesalahan. Yang dijawab Nusron: ”Ini kok menghakimi. Semua orang punya salah,” tuturnya menjawab teriakan seorang mahasiswa.

Peristiwa menegangkan terjadi usai diskusi Kopdar Bareng Mas Dar bertajuk “Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia” di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Jogjakarta, pada Senin (15/6) malam.
Diskusi yang dihadiri tiga pejabat Kabinet Merah Putih tersebut menuai protes dari kelompok mahasiswa. Ketiga pejabat yang hadir antara lain Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko.
Menyikapi kondisi yang ada, Budiman Sudjatmiko angkat bicara soal insiden pembubaran diskusi di UGM oleh sejumlah mahasiswa. Ia mengaku sempat berdialog langsung dengan beberapa peserta yang menuding dirinya telah mengkhianati idealisme aktivis karena bergabung ke dalam pemerintahan.
Menurut Budiman, masuk ke pemerintahan bukan berarti meninggalkan perjuangan. Ia menegaskan tetap membawa idealisme yang sama, terutama dalam upaya mengatasi kemiskinan yang menjadi fokus tugasnya saat ini.
Mengutip dari INews, Namun situasi disebut semakin tidak kondusif hingga terjadi intimidasi fisik. Budiman mengaku dievakuasi petugas keamanan, sementara dua koleganya di kabinet, Nusron Wahid dan Sudaryono, sempat mencoba melanjutkan dialog di luar lokasi.
“Yang terjadi bukan diskusi, melainkan penghakiman,” kata Budiman. Ia menegaskan pihaknya datang ke kampus untuk berdialog, menerima kritik, dan mendengarkan aspirasi mahasiswa.
/fsp/Kreator: RDH/VHS
