SURAKARTA, Update – Bulan Maret tahun 2023 ini menjadi penting bagi perjalanan Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia. Pasalnya, disaat itu tepatnya di SMK Negeri 8 Surakarta, terwujudnya revitalisasi tujuh SMK yang disertakan dalam mewujudkan program Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan atau SMK PK di Provinsi Jawa Tengah.

Revitalisasi itu adalah buah kolaborasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah, dan Konsorsium Pengusaha RI Peduli Vokasi.

Proses awal revitalisasi ditandai dengan pemukulan gong, yang disusul penandatanganan prasasti oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Penanda tanganan yang disaksikan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati dan Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming itu, menandakan bahwa 7 SMKN resmi sebagai penerima program SMK PK dengan Skema Pemadanan dari pemerintah.

Sekolah-sekolah yang menjadi SMK PK itu adalah : SMKN 4 Surakarta, SMKN 8 Surakarta, SMK Mandala Bhakti Nusantara, SMK Tunas Harapan Pati, SMKN 2 Kendal, SMKN 2 Sukoharjo, dan SMKN 3 Semarang.

Dukungan pendanaan dari Dunia Usaha Dunia Industri atau DUDI pada tahun 2023, yang dipadankan dengan pendanaan dari pemerintah. Kiki menyampaikan kolaborasi tiga pihak yang kuat itu merupakan kunci pendidikan vokasi yang berkualitas.

Pendidikan vokasi seyogyanya bukan hanya mampu menjawab kebutuhan DUDI, “Tetapi juga mampu menumbuhkan dan menggerakkan potensi-potensi ekonomi yang ada di daerah-daerah dan juga di Indonesia,” begitu papar Kiki.

Upaya merevitalisasi SMK tidak akan berhenti di tahun 2023. Kiki menjelaskan bahwa proses revitalisasi untuk mencapai dua tolok ukur guna menghasilkan SDM vokasi berkualitas dan unggul.

Tolak ukur pertama yang dimaksud itu adalah bekerjanya lulusan, di mana para lulusan dapat bekerja, berwirausaha, ataupun melanjutkan pendidikan. Tolok ukur berikutnya adalah kemitraan dengan DUDI dan pemerintah daerah.

Pendidikan vokasi diselenggarakan untuk mendukung pencapaian pendidikan dan mendukung rencana perkembangan dan pertumbuhan di sebuah daerah. Dukungan Pemprov Jateng pada pelaksanaan pendidikan vokasi di tahun 2022, sangat tinggi terutama dalam hal keterlibatan dunia industri terhadap program SMK PK.

Lalu dukungan Pemkot Surakarta juga tinggi terutama pada penyelenggaraan pendidikan kursus dan pelatihan di berbagai lembaga kursus dan pelatihan atau LKP.

Dukungan-dukungan dan sumbang saran dari para pemimpin daerah dalam upaya menyelenggarakan pendidikan vokasi yang tepat bagi pemerintah dan masyarakatnya, demi mendukung perkembangan dan pertumbuhan ekonomi daerah di Indonesia.

Untuk itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berharap bantuan berupa infrastruktur, peralatan, maupun bantuan soft program lainnya bisa menjadi motivasi para siswa dan guru dalam belajar. Sehingga dengan suasana belajar mengajar lebih menyenangkan, “Maka tujuan untuk meluluskan siswa SMK berdaya saing tinggi di dunia kerja dapat tercapai,” begitu kata Ganjar.

“Kami meyakini bahwa kemajuan suatu bangsa terletak pada kualitas sumber daya manusianya,” begitu ujar Direktur Program Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Primadi Serad. Tantangan ke depan, masih kata Primadi, dibutuhkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kompeten di bidangnya.

Selain Djarum Foundation, dalam Konsorsium Pengusaha RI yang mendukung program pemerintah untuk me-revitalisasi SMK, ada nama Indofood, Sinar Mas, Yayasan Bakti Barito, iForte, Wings, Agung Sedayu, Triputra, Garudafood, Ciliandra, dan Astra.

Program Revitalisasi SMK PK Pemadanan Pemerintah ini merupakan kerja sama dengan Kemendikbudristek dan pemerintah daerah untuk menyiapkan tenaga kerja yang berdaya saing, terampil, dan bermutu tinggi.

Sampai saat ini, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Konsorsium Pengusaha RI telah merevitalisasi sebanyak 10 SMK di Jawa Tengah. Kolaborasi ini berlanjut hingga tahun 2023 dengan harapan ada total 16 SMK yang akan mengalami revitalisasi dengan anggaran Rp. 58 miliar. /arg

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *