JAKARTA, Update – PT Perta Life Insurance (PertaLife) dan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melaksanakan penandatanganan kerja sama dalam pengelolaan dana pensiun untuk seluruh perwira KPI melalui Program Pensiun Untuk Kompensasi Pesangon (PPUKP) Dana Pensiun Lembaga Keuangan Tugu Mandiri.

Situs Pertamina Senin (23/5) menyebutkan, penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PertaLife Hanindio W. Hadi dengan Direktur SDM dan Penunjang Bisnis KPI,  Isnanto Nugroho S,  di Hotel Pullman Jakarta pada Jumat 20 Mei 2022. Kegiatan tersebut juga disaksikan oleh Direktur Keuangan KPI, Fransetya Hasudungan Hutabarat , Direktur Perencanaan & Pengembangan Bisnis KPI, Johan N.B Nababan,  Direktur Pemasaran PertaLife, Haris Anwar serta seluruh pengurus DPLK Tugu Mandiri.

Lebih jauh disampaikan, program Pensiun Untuk Kompensasi Pesangon (PPUKP) merupakan pengelolaan dana pensiun yang dirancang untuk memenuhi rencana kebutuhan dana pesangon karyawan dengan skema pembayaran kompensasi pesangon sesuai amanat UU Ketenagakerjaan No.13 tahun 2013.

Direktur Utama PertaLife Hanindio W. Hadi menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan  manajemen KPI kepada PertaLife untuk mengelola dana pensiun seluruh perwira KPI.

“Sebagai bagian dari Pertamina Group, kerja sama ini sangat membanggakan. Bukan hanya mengenai bisnis semata, namun juga pembuktian tanggung jawab moral saat menerima kepercayaan dan mengemban amanah dalam pengelolaan keuangan dari Pertamina Group, sejalan dengan komitmen dari pendiri PertaLife (d/h Tugu Mandiri) dalam hal ini Dana Pensiun Pertamina yang menginginkan PertaLife menjadi Perusahaan Asuransi Jiwa, Kesehatan dan DPLK untuk tumbuh besar dan mampu mendukung upaya peningkatan kesejahteraan pekerja maupun pensiunan Pertamina Group,” jelas Hanindio.

Dikatakan, bisnis asuransi adalah bisnis kepercayaan, dan umumnya faktor trust tersebut awalnya timbul di lingkungan keluarga sendiri, yaitu captive market Pertamina Group.

Untuk lebih meningkatkan kepercayaan, PertaLife dalam dua tahun terakhir telah melakukan real transformation secara menyeluruh, dimulai dari pembenahan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih kompeten dan reliable, pembenahan produk PertaLife dan lebih fokus memasarkan profitable products, serta pembenahan proses bisnis dengan men-develop end-to-end system prosedur agar lebih akuntabel, efektif dan efisien.

“Dengan transformasi yang terus berkelanjutan, kami optimistis mampu untuk menjalankan komitmen yang telah disepakati. Untuk menjaga sekuritas komitmen, kami memiliki 4 lines of defense, yaitu dari sisi manajemen saat ini terdapat dua direksi, Direktur Utama dan Direktur Keuangan, yang berstatus sebagai pekerja Pertamina aktif; Komisaris juga dari mantan pejabat Pertamina; kemudian dari SPI Pertamina yang kapanpun bisa masuk melakukan audit, serta adanya Komite Pengawas yang terdiri dari perwakilan SDM, Keuangan dan Serikat Pekerja Pertamina. Terkait pengelolaan dananya, manajemen KPI bisa saja memutuskan bentukan Komite Pengawas sesuai kebutuhan dan kebijakan perusahaan,” tegas Hanindio.

Sementara itu,  Direktur SDM dan Penunjang Bisnis KPI  Isnanto Nugroho S menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah memfasilitasi hingga terselenggaranya Penandatanganan Kerja Sama antara KPI dengan PertaLife.

“Kita percaya melalui kerja sama dengan PertaLife pengelolaan dana pensiun perwira KPI akan lebih baik, lebih aman dan lebih menguntungkan, karena tugas perusahaan adalah memberikan hak-hak terbaik bagi seluruh karyawannya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku” jelas Isnanto.

Isnanto juga berharap dengan kerja sama ini menjadi momentum untuk terus bersinergi antara KPI dengan PertaLife sebagai bagian dari Pertamina Group.

PertaLife Insurance melalui DPLK Tugu Mandiri (yang sedang dalam proses penggantian nama menjadi DPLK PertaLife) mendapat kepercayaan dalam pengelolaan dana pensiun setelah melalui pertimbangan berbagai aspek dasar, meliputi implementasi Good Pension Fund Governance, kinerja investasi, fleksibilitas investasi, manajemen risiko, aksesibilitas portfolio, dan kekuatan bisnis perusahaan; serta aspek spesifik, meliputi keterlibatan dalam segregated fund, kemudahan top up, dan pencairan saldo dana; tak lupa pula dari aspek lainnya yaitu biaya yang lebih kompetitif, program edukasi, pelayanan dan tentunya sinergi Pertamina Group. ***

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.