JAKARTA, Update – Kesejahteraan, rasa-rasanya adalah hal yang paling didambakan siapapun dia sebagai mahluk Tuhan. salah satu hal yang paling hakiki dalam hidup berkaitan dengan kesejahteraan adalah miliki rumah. Paling tidak sebagian  dari pencapaian kesejahteraan itu kalau sudah memiliki rumah.

Mengapa kita harus memiliki rumah? Dari rumahlah segala sesuatu bisa tercetus, dari rumahlah sebuah keluarga dibina, dari rumahlah ide-ide brilian bisa muncul, dari rumahlah Ayah, Ibu dan anak bisa menata sebuah keluarga harmonis, dari rumahlah segala syukur dan sujud dipanjatkan kepada sang Khalik. Yah,….semua dari rumah.

Pasar perumahan inilah yang harus terus dibidik oleh PT Bank Tabungan Negara Tbk (Bank BTN) dengan kode dagang di lantai bursa BBTN. Bank BTN sudah menjadi icon masyarakat pada umumnya. Istilah pun muncul: “Mau Rumah Ke BTN Aja”. Ini membuktikan Bank BTN sudah sangat membumi di masyarakat, baik masyarakat yang membutuhkan rumah-rumah kecil hingga masyarakat yang membutuhkan rumah-rumah besar.

Karena menggarap sector perumahan inilah, tak heran kalau dari tahun ke tahun Bank BTN terus membukukan kinerja yang kinclong. Resepnya? Bank ini terus fokus pada segmen yang sudah menjadi  core business bank ini, perumahan.

Optimisme sangat melekat di diri Bank ini dalam menjalankan roda bisnisnya. Alhasil, kredit yang disalurkan terus meningkat. Bukti Bank ini begitu dekat dengan masyarakat, bukti bank ini terus berkreasi menata bisnis menggapai asa untuk masa depan anak-anak bangsa agar memiliki rumah.

Lalu berapa besar kredit yang sudah disalurkan Bank BTN? Catatan yang ada total outstanding kredit dan pembiayaan BTN per akhir September 2021 mencapai Rp 270,27 triliun. Wow, sebuah nilai yang tidak sedikit yangtelah dilakukan bank terus tumbuh seiring dengan permintaan pasar. Hingga kuartal III 2021, kredit bank BUMN ini tumbuh 6,03% secara year on year (YoY).

Diakui bahwa kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi masih menjadi primadona pertumbuhan kredit Bank ini  dengan kenaikan sebesar 11,74 persen yoy menjadi Rp 129,98 triliun pada 30 September 2021. Dari pencapaian itu membuat Bank BTN masih mendominasi pangsa KPR Subsidi sebesar 86 persen.

Yang pasti minat masyarakat untuk mendapatkan rumah terus meninggkat. Pandemi tak meluluhlantakkan minat masyarakat untuk memenuhi kebutuhan perumahan, khususnya rumah sederhana.

Potensi ini digarap tuntas Bank BYN. Untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), bank yang listing di lantai bursa ini terus . berupaya meningkatkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Subsidi Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (KPR Subsidi BP2BT).

Kreativitas apa yang dibangun Bank BTN memenuhi kebutuhan perusahan itu? Bank BTN pernah menggelar akad online bersama secara nasional dengan total 600 unit rumah.

Agar masyarakat semakin mudah mendapatkan KPR BP2BT, Bank BTN menyajikan skema KPR Subsidi BP2BT yang menawarkan masa fixed rate hingga 10 tahun, berubah dari yang sebelumnya hanya 2 tahun, Wow. Dipastikan dengan model ini, masyarakat kelas menengah ke bawah dapat memiliki rumah dengan nilai cicilan yang menggairahkan, lebih murah, terjangkau.

Untuk fasilitas KPR subsidi kalangan masyarakat menengah ke bawah data 2021 menyebutkan BANK BTN telah merealisasikan sebanyak 2.250 unit KPR BP2BT. KPR BP2BT BTN merupakan produk pembiayaan pemilikan rumah formula Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Bank BTN, yang memberikan bantuan uang muka hingga Rp 40 juta. Dan yang luar biasa sasilitas kredit subsidi ini juga memiliki tenor hingga 20 tahun. Yach,…ini kreativitas bisnis Bank BTN untuk semakin dicintai masyarakat pada umumnya dalam menghadirkan perumahan bagi warga masyarakat.

Terus berinovasi menjangkau pasar, Bank BTN tak pernah berhenti berkreasi menawarkan produknya agar semua memiliki rumah idaman. Bank BTN pun membuat skema fixed rate pada fitur Graduated Payment Mortgage (GPM) yang menawarkan keringanan angsuran berjenjang. Apa saja skema itu dan bagaimana modelnya? Dua skema itu adalah keringanan angsuran berjenjang dengan fixed rate 9,5% selama 5 tahun dan fixed rate 10 % selama 10 tahun.

Adanya bantuan uang muka dan skema fixed rate tersebut, angsuran di 5 atau 10 tahun pertama akan lebih murah. Kenaikan nilai cicilan setelah melewati masa fixed rate pun, akan meningkat dengan angsuran yang masih mampu dibayar oleh MBR. Wah, Bank BTN tak pernah kehilangan akal meyakinkan konsumennya seraya mempermudah masyarakat mendapatkan rumah. Teruslah berkreasi membangun bisnis untuk kesejahteraan rakyat.

/Frans S. Pong/EmitenUpdate

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.