Jabat Bendahara Crisis Center, Frans S. Pong: Indonesia Rawan Bencana, Harus Serius

Frans Sudjono Pongsalempang
Bencana Sumatra membuka mata bahwa kesalahan menata alam menghancurkan semua. Kerakusan manusia terhadap sumber daya alam telah merusak segalanya.
Kiprahnya diranah pelayanan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat selalu memberi arti signifikan. Prinsip baginya adalah bagaimana menghadirkan Damai Sejahtera bagi sesama.
Hampir semua sudut Indonesia pernah dijelajahinya semata karena kepeduliannya bagi gereja yang tersebar di 26 provinsi di Indonesia ini. Berbagi ilmu sering dilakukannya, yakni memberikan pelatihan jurnalistik.


Ia adalah Frans Sudjono Pongsalempang, akrab disapa Frans S. Pong. Keseharian ia adalah Presbiter di GPIB Pura Tajurhalang (GPIB PTH) menjabat sebagai Penatua. Sebagaimana diketahui GPIB PTH sebelumnya merupakan Bajem dari GPIB Zebaoth Bogor.
“Hampir semua pulau di Indonesia berada diatas jalur kegempaan, rawan bencana. Negara harus serius tangani bencana dan pasca bencana,” kata Frans.
Menurutnya, bencana Sumatra telah membuka mata bahwa kesalahan menata alam menghancurkan semua. Kerakusan manusia terhadap sumber daya alam telah merusak segalanya.

Di GPIB PTH saat masih berstatus Pospelkes, kinerja layan Frans sangat dirasakan dalam pelayanan. Tidak hanya peduli kepada pembangunan iman warga jemaat setempat tapi juga fokus kepada pembangunan secara fisik gedung gereja. Itu dibuktikan dalam kebersamaan dengan tiga denominasi yakni Jemaat Advent, Jemaat GPIB dan Jemaat Katolik mewujudkan sebuah Gedung gereja yang kini dipakai bersama.
Selain itu, Frans S. Pong dalam kebersamaan dengan Presbiter di Pospelkes PTH yang dimotori Penatua Jacob Breemer berhasil membangun sebuah Gedung Serba Guna (GSG) dibelakang Gedung Utama GPIB PTH yang kini sering digunakan untuk ibadah anak-anak P.A dan latihan Paduan Suara Jemaat.
Ex. Pemimpin Redaksi Majalah Arcus dan pendiri GPIB Watch ini tahu secara tepat apa yang mesti dilakukan dalam berorganisasi. Tak heran kalau kehadirannya di Departemen Inforkom dan Litbang Majelis Sinode sangat diperhitungkan. Pria yang juga aktif di portal EmitenUpdate.com ini ditunjuk Pengurus Mupel Jabar 2 sebagai Bendahara Unit Misioner Crisis Center Mupel Jabar 2 yang diperkenalkan dalam ibadah Minggu di GPIB Zebaoth Bogor 14 Desember 2025.
Bagi seorang Frans S. Pong seperti yang pernah ia sampaikan, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik selama menempatkan Tuhan sebagai yang utama.
“Saya mengerti betul bahwa sukses itu adalah kehendak Tuhan. Jadi tempatkan Tuhan sebagai yang utama dalam setiap aktivitas yang kamu lakukan,” tutur Frans mengutip Firman Tuhan dari Matius 6: 33.
Di Crisis Center Mupel Jabar 2, suami dari Ennie dan anak Arissa dan Abda ini cukup responsif menyikapi bencana Sumatra, bersama Pengurus Mupel Jabar 2 telah melakukan pengiriman kebutuhan yang diperlukan warga terdampak bencana. /eva
