JAKARTA, Update – Direktur utama PT. Bank Multiarta Sentosa Tbk, Bank MAS  Danny Hartono Senin (9/5) mengatakan, Bank MAS akan terus fokus memperkuat modalnya agar terus bisa tumbuh sehat.

“Fokus Bank MAS tahun 2022 adalah memperkuat struktur permodalan sesuai dengan ketentuan Regulator bertujuan agar Bank dapat bertumbuh secara sehat dengan penukaran warrant yang diberikan saat initial public offering (IPO),” kata Danny Hartono.

Disampaikan, Bank MAS terus mengakselerasi pengembangan platform digital yang sudah dimiliki Bank MAS untuk memperluas akuisisi nasabah melalui inovasi produk pinjaman dan simpanan. Juga mendukung pengembangan usaha nasabah melalui peningkatan volume kredit.

Kinerja pertumbuhan kredit Bank Mas mampu membukukan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 8,26% yoy dari Rp 7,31 triliun menjadi Rp 7,92 triliun di tiga bulan pertama tahun ini.

Walau simpanan dana pihak ketiga (DPK) mengalami penurunan 8,72% yoy daru Rp 21,17 triliun menjadi Rp 19,32 triliun, capital adequacy ratio (CAR) bank meningkat dari 18,85% di Maret 2021 menjadi 23,87% di Maret 2022, return on equity turun dari 9,50% menjadi 9,19%.

Bagaimana dengan perolehan laba bersih? Bank MAS dengan kode dagang di Bursa Efek Indonesia  (MASB)  mampu membukukan kenaikan pertumbuhan laba bersihnya hingga mencapai 37% year on year (yoy).

Capaian pertumbuhan  37% tersebut tercatat dari Rp 44 miliar menjadi Rp 60 miliar di Maret 2022. Yang pasti capaian laba bersih itu karena dukungan pertumbuhan pendapatan bunga bersih.

Pertumbuhan pendapatan bunga bersih MASB meningkat 28,09% yoy dari Rp 141 miliar menjadi Rp 180 miliar. Angka yang cukup  fantastic perusahaan Wings Group ini.

Tidak hanya itu, Bank Mas juga membukukan pendapatan operasional yang bagus. Pendapatan operasionalnya tumbuh 17,98% yoy dari Rp 167 miliar menjadi Rp 197 miliar di kuartal pertama 2022.  Beban operasional tercatat meningkat 9,77% yoy dari Rp 78 miliar menjadi Rp 86 miliar.   return on asset naik dari 0,98% menjadi 136%. 

Adapun net interest margin (NIM) naik dari 267% di Maret 2021 menjadi 3,42% di Maret 2022. Sedangkan non performing loan (NPL0 gross ditekan dari 2,52% menjadi 2,47%. NPL Net juga ikut turun dari 0,77% menjadi 0,63%. /fsp

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.