JAKARTA, Emiten – PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) terus membesarkan armada dengan membeli fasilitas muatan apung atau Floating Crane (FC). Pembelian ini, didanai dari kas internal.

Mengutip Investor.id, Direktur Utama Pelita Samudera Shipping Iriawan Ibarat menjelaskan, FC adalah fasilitas pemuatan apung terintegrasi yang didesain untuk memuat batubara dari tongkang ke kapal kargo ketika tidak ada dermaga, atau dalam situasi ketika pelabuhan tidak memungkinkan untuk memuat. Infrastruktur ini dibeli oleh perseroan dari PT Jembayan Muarabara.

“Estimasi kontribusi volume dari FC ini sebesar 3 juta M/T dengan nilai pendapatan kotor sekitar US$4 juta per tahun. Selanjutnya FC tersebut akan langsung dimanfaatkan untuk kontrak jangka panjang atau Contract of Affreightment dengan salah satu customer utama Perseroan, PT Indexim Coalindo, untuk pengangkutan batubara selama dua tahun,” jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (9/12).

Lebih jauh disebutkan, sebelumnya perseroan melalui anak perusahaannya PT Pelita Global Logistik pada bulan Desember, telah menyepakati perjanjian jual beli bersyarat/Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) untuk salah satu asetnya yakni 1 (satu) unit kapal kargo curah kategori Handysize dengan nama Dewi Gandawati. 

Aksi korporasi tersebut, merupakan perjanjian divestasi kapal kargo curah Perseroan buatan tahun 2008 (bulk carrier) dengan GRT/DWT 17,025 / 28,282 milik PGL sebesar US$ 11 juta. PSSI memproyeksikan keuntungan/potential gain dari transaksi tersebut mencapai sebesar US$ 2 juta.

Perseroan juga telah mendapatkan fasilitas kredit senilai Rp200 miliar dari Bank Permata. Fasilitas kredit ini, akan dimanfaatkan untuk pembiayaan peremajaan armada dan ekspansi bisnis Perseroan guna mendukung strategi pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

Direktur Utama PSSI Alex Iriawan mengatakan, sejumlah aksi korporasi tersebut, sejalan dengan strategi PSSI untuk mempercepat pertumbuhan sebagai penyedia layanan logistik maritim terintegrasi, menggabungkan barging, fasilitas pemuatan terapung. Begitu juga, pengangkutan kargo dengan kapal lainnya, guna memenuhi permintaan batubara yang kuat di dalam negeri dan internasional, serta kargo lainnya.

“Transaksi ini akan semakin mendorong diversifikasi bisnis kami, menciptakan sinergi operasional dan meningkatkan nilai pemegang saham,” ujarnya.

Sementara itu, Pelita Samudera  Shipping terus melanjutkan pembelian kembali/buyback saham. Hingga 7 Desember 2021 lalu, perseroan telah mengeluarkan lebih dari Rp 36 miliar aksi tersebut dengan harga rata-rata Rp 329/saham.

Adapun secara rinci, untuk Periode 17 Juni 2021 hingga 7 Desember 2021, jumlah saham yang telah dilakukan buyback mencapai 109.677.800 dari total 300 juta lembar jumlah maksimal saham yang diijinkan untuk dibeli kembali, atau 5,5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. 

Berdasarkan data perseroan, PSSI masih menyimpan dana yang masih dapat digunakan untuk pembelian kembali, sejumlah Rp 63,90 miliar hingga batas waktu berakhirnya periode pembelian kembali saham, yakni 16 Juni 2022. 

Buyback didasari atas arus Kas perseroan yang melebihi jumlah diperlukan dalam mempertahankan peningkatan dan pertumbuhan, tingkat kewajiban hutang (leverage) yang baik serta bertujuan untuk meningkatkan laba per saham, fleksibilitas lebih besar dalam mengelola modal jangka panjang, mencapai struktur permodalan yang efisien serta pengembalian Return on Equity secara berkelanjutan,“ pungkasnya.  ***

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.