Oleh: Dr. Wahyu Lay, Penulis Ahli EmitenUpdate.com

KARISMATIK

Mengapa Bung Karno hingga kini menjadi ikon pemimpin jempolan? Salah satu jawabannya adalah karena beliau merupakan pemimpin yang karismatik.

Seorang pemimpin yang karismatik, akan disegani lawan maupun kawannya. Karismatik bukanlah sikap yang dibuat-buat, tetapi lebih cenderung pada pancaran alami yang muncul dari dalam diri.

Bayangkan saja, Anda meniru-niru gaya Bung Karno ataupun gaya Barack Obama, bukannya orang lain akan terkagum-kagum, namun akan menertawakan Anda.

Karisma yang muncul dari setiap orang berbeda-beda. Nah, tugas Anda sebagai pimpinan adalah memunculkan karisma Anda agar berguna dalam memimpin orang-orang yang dipimpin.

BERETIKA

“Hal utama dan kemenangan terbaik adalah menaklukan diri sendiri”. (Plato) Etika adalah hal penting dalam hubungannya dengan orang lain. Pemimpin yang beretika akan mampu menyesuaikan diri di mana pun dan kapan pun ia berada. Dengan etika yang baik , maka akan mampu membawa diri ketika berhadapan dengan situasi apapun.

Etika seorang pemimpin akan mencerminkan bagaimana kemampuan seorang pemimpin dan bagaimana dalam memimpin. Jika memiliki etika baik, tentu kawan dan lawan akan segan dengan Anda. Jangan sekali-kali menganggap enteng dalam hal etika.

BERTANGGUNG JAWAB

Semua keputusan dan tindakan yang diambil selalu membawa pada banyak kemungkinan. Disamping itu, juga memiliki konsekuensi tertentu yang bisa berakibat baik dan buruk. Adanya konsekuensi tertentu, maka diperlukan adanya tanggung jawab dari apa yang dilakukan.

Seorang pemimpin pun harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap apa yang dilakukan dirinya maupun yang dipimpinnya.

Pemimpin yang baik tidak boleh melempar tanggung jawab apabila terjadi kesalahan yang dilakukan dirinya atau pun yang dipimpinnya. Yang membedakan pemimpin dan yang dipimpin adalah tanggung jawabnya. Jika merasa tanggung jawab pemimpin dan yang dipimpin.

MENJUNJUNG KEJUJURAN

Kejujuran adalah hal mutlak dalam rangka mencapai tujuan. Tanpa adanya kejujuran, maka akan banyak hambatan yang berujung pada kegagalan pencapaian.

Misalkan, anak buah Anda ada yang berlaku tidak jujur, maka imbasnya akan merembet pada semuanya. Anda selaku pemimpin juga harus bertindak jujur pada anak buah Anda. Misalkan, kinerja anak buah memuaskan, maka Anda juga harus jujur mengatakan puas padanya dan jangan mengatakan tidak puas.

Kejujuran Anda akan membuat anak buah terpacu dalam melaksanakan tugas. Demikian pula, jika Anda kurang puas dengan kinerja anak buah, katakan saja kekurangpuasan Anda. Namun, perlu diingat bahwa penyampaian kekurangpuasan Anda harus dibungkus dengan kata-kata yang memotivasi dan jangan sampai melemahkan.

PERCAYA DIRI TINGGI

Percaya diri adalah hal penting dalam setiap melakukan tindakan. Tanpa adanya rasa percaya diri, maka semua tindakan akan menjadi ragu-ragu. Keraguan tersebut mengakibatkan setiap tindakan seakan berjalan setengah-setengah karena adanya kekhawatiran.

Pemimpin yang memiliki kepercayaan diri tinggi bisa diibaratkan sudah melangkah setengah jalan sebelum tujuan tercapai. Kepercayaan diri juga dapat menimbulkan rasa optimis dan berani. Jadi, saatnya melangkah dengan penuh percaya diri dan yakin bahwa Anda bisa.

Setiap pemimpin haruslah memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Bagaimana bisa percaya dengan orang lain jika tidak percaya pada diri sendiri, makanya sikap percaya diri mutlak ada di dalam jiwa seorang itu sama, maka itu bukanlah pemimpin yang baik.

Contoh kecilnya di dalam perusahaan, antara direktur dengan office boy tentu berbeda. Jadi, tanggung jawab itu harus sesuai porsinya supaya tetap dalam jalur yang benar. ***

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.