JAKARTA, EmitenUpdate.com –  PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menyatakan merevisi naik target pra penjualan atau marketing sales dari Rp 3,5 triliun menjadi Rp 4 triliun sepanjang 2021. Revisi naik didorong perolehan pra penjualan perseroan yang telah mencapai Rp 2,8 triliun pada semester I-2021.

Seperti diberitakan Invertor.ID, realisasi pra penjualan pada semester I-2021 sudah mencapai 70% dari target Rp 4 triliun. Perusahaan pengembang ini  membukukan pendapatan pra penjualan senilai Rp 3,3 triliun atau di atas target pra penjualan yang ditetapkan perseroan senilai Rp 2,5 triliun.

Kondisi ini karena kontribusi  penjualan produk dengan rentang harga Rp 1,5-2 miliar. Perseroan juga saja menyelesaikan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) II alias rights issue dengan melepas 2,08 miliar saham baru.

Saham baru tersebut setara 12,6% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue kedua ini. Dengan harga pelaksanaan Rp 720, perseroan berhasil meraup dana sebanyak-banyaknya sebesar Rp 1,49 triliun. Sedangkan hingga kuartal I-2021, perseroan membukukan pendapatan sebanyak Rp 1,07 triliun atau meningkat 2,98% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni Rp 1,03 triliun.

Meningkatnya pendapatan tersebut didominasi oleh segmen pengembang properti yang bertumbuh 48,67% menjadi Rp 747,70 miliar dari Rp 502,91 miliar. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 1,03% menjadi Rp 37,41 miliar dari sebelumnya Rp 37,03 miliar.

Kemudian, total aset tercatat sebanyak Rp 25,56 triliun yang terdiri atas aset lancar Rp 12,36 triliun dan aset lancar Rp 13,20 triliun. Sedangkan, total liabilitas tercatat Rp 16,48 triliun, meningkat 4,11%. /fsp


By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.