JAKARTA, EmitenUpdate.com – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengantongi kontrak baru sebesar Rp 6,7 triliun pada semester I-2021. Emiten BUMN Karya lainnya, yaitu PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebesar Rp 10,5 triliun dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) senilai Rp 2,71 triliun. Nilai kontrak baru Adhi naik 45% dibandingkan periode sama tahun lalu, Wika melonjak 208,82%. Sedangkan Waskita turun 66,6%. Corporate Secretary Adhi Karya Farid Budiyanto mengatakan, pencapaian kontrak baru perseroan pada semester I-2021 masih belum sesuai target, karena industri konstruksi terpukul pandemi Covid-19.

Meski demikian, perseroan optimistis dapat mengejar target pada semester II-2021. Sebab, proses tender untuk proyek-proyek pemerintah biasanya terjadi pada semester II.

“Kami berupaya menjaga bahkan meningkatkan pencapaian kontrak baru terhadap tahun lalu dengan memaksimalkan proyek-proyek reguler pemerintah dan investasi yang sudah kami rintis sejak tahun lalu. Target semester I-2021 kurang lebih deviasi rencana 50%,” kata Farid seperti diberitakan Investor Daily, Jumat (9/7/2021).

Untuk semester II tahun ini, menurut Farid, target kontrak baru perseroan masih akan tetap didominasi sektor konstruksi. Sedangkan non-konstruksi seperti properti dan industri beton pracetak (precast) relatif pada kisaran 9-10% dari target kontrak.

Mengenai usulan pemerintah yang akan memberikan Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 2 triliun kepada Adhi Karya pada 2022, Farid mengungkapkan bahwa perseroan akan mengajukan rights issue senilai Rp 1,9 triliun. Pengamat BUMN Toto Pranoto menilai, jika dilihat dari kinerja Adhi karya sampai dengan kuartal I-2021 sebetulnya belum menunjukkan pemulihan sepenuhnya.

Pasalnya, sebagian besar bisnis Adhi Karya masih berkaitan dengan pemerintah dan sesama BUMN terutama di sektor jasa konstruksi dan properti.

“Ke depan, Adhi Karya harus menambah jasa yang bersifat recurring income semisal di proyek SPAM atau proyek di EPC yang marginnya lebih tinggi dibandingkan dengan proyek konstruksi,” ujar Toto. Sementara itu, emiten BUMN lainnya, yaitu Wika mampu meraih kontrak baru senilai Rp 10,5 triliun pada semester I-2021 atau 26,16% dari target tahun ini yang sebesar Rp 40,12 triliun. Adapun total kontrak di tangan (order book) perseroan telah mencapai Rp 115,02 triliun. /***

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.