JAKARTA, EmitenUpdate.com – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menilai saat ini harga swab atau tes usap antigen wajar, yakni di bawah Harga Acuan Tertinggi (HAT).

Hal itu diungkapkan oleh BPKP untuk menanggapi pernyataan Ombudsman Jakarta Raya terkait dengan tarif pemeriksaan swab antigen yang mahal. Hal itu memperlambat proses tracing atau pelacakan masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19.

“Harga swab atau tes usap antigen di bawah HAT wajar, sesuai yang telah ditetapkan pemerintah, karena yang tidak boleh adalah harga swab di atas HAT yang telah ditentukan,” kata Direktur Pengawasan Bidang Pertahanan dan Keamanan BPKP, Faisal dalam siaran pers, seperti dikutip KOMPAS.com Jumat (9/7/2021).

Faisal menjelaskan, harga swab antigen bergantung pada komponen harga bahan baku. Dia bilang, masyarakat yang memerlukan tes swab antigen memiliki lebih banyak pilihan sesuai mekanisme pasar yang ada.

“Seiring berjalannya waktu, ketika salah satu komponen harga ada yang turun, maka akan membentuk ekuilibrium harga baru,” katanya. Adapun struktur harga swab antigen dalam HAT mencakup biaya produksi seperti, biaya personel, biaya reagen, bahan habis pakai, serta margin atau keuntungan./***

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.