JAKARTA, EmitenUpdate.com  –  PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT) menyatakan berhasil membuat produk baru yang dikalim sangat dibutuhkan untuk pembuatan sajadah yang saat ini sangat dibutuhkan terutama pasar pasar Timur Tengah.  

Untuk itu, perseroan telah membukan pasar baru untuk Arab Saudi. Demikian keterangan resmi perseroan, di Jakarta, Senin (14/6/2021).  Direktur Utama Sejahtera Bintang Abadi Textile Jefri Junaedi mengatakan, perseroan telah menerima permintaan untuk benang sajadah dari Arab Saudi sebanyak 15-20 kontainer per bulan.

Proses sehingga produk perseroan bisa diterima setelah melewati proses pengecekan kualitas (quality checking) dan negosiasi yang berjalan panjang dan diputuskan perseroan sebagai pemasok benang pertama dari Indonesia ke Arab Saudi.

Sebelumnya perseroan telah melakukan penandanganan perjanjian investasi dengan grup investasi alternatif global asal Amerika Serikat, LDA Capital, pada pertengahan Maret 2021 dengan nilai setara Rp 125 miliar.

Menurut Jefri Junaedi, perjanjian itu dilakukan untuk menjangkau pasar Eropa lebih luas. Adapun, sejak tahun 2019, produk utama perseroan, seperti benang untuk sarung tangan telah berhasil menembus pasar Eropa. Setiap tahunnya perseroan mendapat permintaan dari negara-negara baru di Eropa, seperti Rusia, Estonia, dan Bosnia dan Herzegovina.

Perseroan merupakan perusahaan tekstil pertama di Indonesia yang menggunakan limbah tekstil sebagai bahan baku utama untuk membuat benang, Sejahtera Bintang telah mengekspor produknya ke 25 negara di seluruh dunia. Penjualan ke pasar ekspor menyumbang sekitar 30% dari pendapatan SBAT, sementara 70% didominasi oleh penjualan ke pasar domestik.

Akhir tahun lalu, Sejahtera Bintang membukukan penjualan bersih sebesar Rp 177,55 miliar, merosot 43,77% dibandingkan realisasi penjualan bersih di tahun 2019 sebesar Rp 315,79 miliar. Perseroan masih menderita rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp 5,88 miliar di tahun 2020. Jumlah ini berkurang dari rugi bersih tahun berjalan pada periode sebelumnya sebesar Rp 44,19 miliar. /fsp

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.