EmitenUpdate.com – Para ahli di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa vaksin corona dari Sinovac efektif mencegah Covid-19, tapi data mengenai efek sampingnya masih kurang.

Kelompok Ahli untuk imbauan Strategis WHO (SAGE) merangkum kesimpulan ini dalam laporan pada Rabu (5/5) setelah tiga kali uji coba klinis Sinovac di China, Brasil, Indonesia, Turki, dan Chile.

“Kami sangat yakin bahwa dua dosis CoronaVac efektif mencegah polymerase chain reaction (PCR) yang dikonfirmasi Covid-19 pada orang dewasa (18-59 tahun),” demikian pernyataan SAGE seperti diberitakan CNNIndonesia.com.

Laporan ini dirilis tak lama setelah SAGE menyatakan bahwa mereka meragukan data mengenai efek samping serius dari perusahaan milik pemerintah China yang memproduksi vaksin Covid-19 ini, Sinopharm.

Dalam laporan ini, SAGE pun menyatakan bahwa masih ada kekurangan data mengenai keamanan vaksin bagi orang hamil, perlindungan klinis bagi orang dewasa dengan penyakit komorbid, dan evaluasi efek samping yang jarang terdeteksi.

Para ahli mengatakan mereka memiliki “tingkat kepercayaan sedang” mengenai risiko efek samping yang serius pada orang berusia 59 tahun ke bawah.

Mereka juga memiliki “tingkat kepercayaan rendah” terkait kualitas bukti bahwa risiko tersebut juga rendah untuk orang dewasa di atas 60 tahun.

SAGE melakukan peninjauan ini sebagai pertimbangan untuk memberikan sertifikasi penggunaan darurat emergency use listing(EUL) untuk vaksin Sinovac. EUL ini diperlukan saat sebuah vaksin akan digunakan untuk program WHO.

Meski belum ada EUL, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menyatakan bahwa Sinovac sudah aman digunakan sebab telah mengantongi izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pemeriksa Obat-obatan dan Makanan (BPOM) RI.

Wiku menyatakan bahwa EUA dan EUL tak perlu dirisaukan karena keduanya memiliki tujuan penggunaan serupa.

Ia kemudian menerangkan bahwa EUL ditujukan untuk yang berkomitmen menyelesaikan pengembangan produk dan mengajukan prakualifikasi WHO.

Dengan begitu, vaksin dengan EUL akan masuk daftar vaksin WHO yang dapat didistribusikan ke negara-negara membutuhkan, salah satunya seperti dalam skema kerja sama multilateral GAVI COVAX Facility.

Sementara itu, EUA digunakan untuk menilai kualitas, keamanan, dan kemanjuran vaksin. Izin itu diberikan secara terbatas di suatu negara. /

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.