Erupsi Gunung Berapi dan Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Putin

Anak Gunung Krakatau saat meletus....
JAKARTA, EmitenUpdate.com – Berita dilaman KataKita di facebook mengejutkan juga sebagaimana disampaikan Ulta Levenia Nababan, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Selasa 08/09/2026.
Pernyataan Ulta menjadi sorotan setelah menyinggung proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP) di tengah aktivitas sejumlah gunung api di Indonesia.
Melalui media sosialnya, Ulta mempertanyakan apakah rangkaian erupsi yang waktunya berdekatan sepenuhnya merupakan fenomena alam.
Ulta mengakui pemikirannya berpotensi dianggap sebagai teori konspirasi. Ia bahkan menyebut tidak ada bukti ilmiah kredibel yang mendukung dugaan tersebut, tetapi mengatakan sikap skeptis membuatnya tetap mempertimbangkan berbagai kemungkinan.
Ia kemudian menghubungkan waktu aktivitas vulkanik itu dengan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok.
Namun, mengaitkan HAARP dengan erupsi gunung api tidak memiliki dasar ilmiah yang terbukti. HAARP merupakan fasilitas penelitian ionosfer, sedangkan aktivitas gunung api berkaitan dengan proses geologi di dalam Bumi.
Kedekatan waktu antara dua peristiwa juga tidak membuktikan adanya hubungan sebab-akibat. Karena pernyataan tersebut datang dari seseorang yang bekerja di lingkungan KSP, spekulasi itu pun menarik perhatian publik.
Dalam persoalan kebencanaan, informasi mengenai aktivitas dan erupsi gunung api tetap perlu merujuk pada pemantauan serta penjelasan lembaga resmi seperti Badan Geologi/PVMBG.
Catatan EmitenUpdate.com, mengutip Kompas.com menyebutkan, beberapa gunung api tercatat mengalami erupsi dalam rentang waktu yang berdekatan. Pada Minggu (6/9/2026), sejumlah gunung api dilaporkan erupsi, di antaranya Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung IlI Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, serta Gunung Ibu di Maluku Utara.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) lewat akun Instagramnya @badan.geologi menjelaskan bahwa erupsi gunung api yang bersamaan bukan hal yang aneh.
Erupsi beberapa gunung api yang terjadi pada hari yang sama merupakan aktivitas vulkanis yang alami dan tidak saling memicu satu dan yang lainnya.
Presiden Prabowo Ketemu Presiden Putin
Sebagaimana diketahui Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis, 3 September 2026.
Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela penyelenggaraan Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-11 dan digelar dalam format working lunch.
Situs Seskab.go.id menyebutkan, Presiden Vladimir Putin menyambut kedatangan Presiden Prabowo di Vladivostok. Presiden Putin menilai intensitas pertemuan dan komunikasi langsung antara kedua pemimpin mencerminkan sifat strategis hubungan Rusia dan Indonesia.
“Yang Mulia Bapak Presiden, izinkan saya mengucapkan selamat datang ke Kota Vladivostok. Pertemuan hari ini merupakan pertemuan kedua pada tahun ini. Dan kontak kita yang pribadi mencerminkan sifat strategis dari hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia,” ujar Presiden Putin.
Presiden Putin juga menyampaikan apresiasi atas kesediaan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Vladivostok sekaligus menghadiri EEF ke-11 sebagai tamu kehormatan utama.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Presiden berkunjung ke Kota Vladivostok dan ikut serta dalam Forum Ekonomi Timur sebagai tamu kehormatan utama. Kami sangat senang dan gembira menerima kunjungan dari Bapak hari ini. Selamat datang,” ungkap Presiden Putin. /fsp
