PT Pan Brothers Tbk (PBRX): Pasar Utama Ekspor Tetap Amerika Serikat, Eropa, dan Asia

Direktur Keuangan Pan Brothers, Fitri R. Hartono. /Foto: Frans, AI Repro.
JAKARTA, EmitenUpdate.com – PT Pan Brothers Tbk (PBRX) mengakui bahwa pasar global seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Asia tetap menjadi tujuan utama ekspor perusahaan.
Buyers, pembeli sangat menyukai brand-brand yang dipunyai Pan Brothers dan di tahun 2026 ini, ada buyers baru yang telah menyatakan komitmennya dan ini mendongkrak penjualan perseroan ditengah fluktuasi nilai tukar dolar AS yang menguat terhadap rupiah.

Keyakinan itu disampaikan Direktur Keuangan Pan Brothers, Fitri R. Hartono usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Jumat (05/06/2026).
Menurutnya, buyers baru ada beberapa, hanya saja secara nilai sales masih kecil karena baru mulai. Nilainya, kata dia, antara USD 2 juta sampai USD 3 juta. Fluktuasi nilai tukar di mana mata uang dolar AS cenderung menguat terhadap rupiah, tidak terlalu terdampak karena struktur keuangan perusahaan yang secara alami telah menerapkan lindung nilai.
Penjualan ekspor menggunakan US Dollar, pembelian bahan baku sebagian besar, sekitar 60% sampai 65%, juga menggunakan US Dollar.
Diakuinya, setelah sempat mengalami penurunan kinerja pada periode 2024–2025, perseroan kini menerapkan strategi bisnis yang lebih konservatif namun terukur, dengan membidik pertumbuhan penjualan (sales) sekitar 10% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Perseroan memilih untuk bersikap realistis namun tetap optimistis di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global. Fokus utama perusahaan saat ini adalah memperkuat fundamental operasional internal alih-alih melakukan ekspansi fisik secara agresif.
Ditanya soal proyeksi perseoan di tahun 2026, Fitri mengatakan, tahun 2026 diproyeksikan naik sedikit dari 2025 untuk sales yakni sekitar 10%. Dan yntuk keuntungan ditargetkan naik.
Saat ini perseroan terus lakukan otomisasi dan digitalisasi dengan beberapa mesin dan software baru yang diharapkan adanya efisiensi.
Disampaikan, perseroan tetap membatasi volume order baru dan melakukan penyesuaian Anggaran Dasar perusahaan demi mematuhi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tahun 2025 yang baru.
Ia menegaskan tidak ada perubahan pada kegiatan usaha utama perseroan, melainkan murni penyesuaian administratif regulasi. RUPS juga mengesahkan laporan tahunan akuntan publik serta pengangkatan kembali jajaran pengurus yang masa jabatannya telah habis.
/Frans S. Pong, Redaktur
