July 27, 2026

Terus Bertransformasi, BTN Mampu Mencapai Target-Target yang Ditetapkan

0
Screenshot (2713)

JAKARTA, Update – Terus bertransformasi dilakukan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Bank dengan kode dagang saham BBTN ini bergerak menyesuaikan zaman.

Bank yang dikenal jagonya terhadap pembiayaan sektor perumahan ini tidak hanya fokus pada pembiayaan perumahan, tapi juga gaya hidup dan bisnis.

Itu diwujudkan dalam satu ekosistem yang terintegrasi  berbasis ekosistem dan ternyata menghantar bank ini masuk dalam langkah strategis menggapai peluang pertumbuhan serta mewujudkan fondasi yang kokoh, tata kelola yang baik, menghadapi berbagai dinamika yang ada.

Hasilnya, hingga akhir tahun 2025, BTN mencatatkan total penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai sekitar Rp400,6 triliun hingga Rp555,11 triliun, dengan fokus utama pada sektor perumahan (KPR). Total kredit perumahan kumulatif sejak 1976 telah membiayai 5,97 juta unit rumah dengan nilai Rp555,11 triliun.

Angka yang tidak kecil dibukukan bank ini. BTN mampu mencapai target-target yang ditetapkan. Bank pelat merah ini juga peduli terhadap lingkungan hidup. Itu dibuktikan dengan Pembangunan rumah rendah emisi yang diharapkan pada 2026 ini membiayai sebanyak 20.000 unit.

Itu dilakukan untuk meningkatkan porsi pembiayaan berkelanjutan sebagai wujud komitmen perseroan dalam menerapkan praktik perbankan yang ramah lingkungan, green banking.

Catatan EmitenUpdate.com, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk pembangunan 11.000 rumah rendah emisi yang dilakukan oleh berbagai developer di berbagai daerah, contohnya Legok (Banten), Cileungsi (Kabupaten Bogor), Medan, Semarang, Cirebon, dan Bekasi.

Dipastikan, tahun ini bisa mencapai 20.000 rumah rendah emisi, kalau bisa 30.000. Sampai tahun 2029, harapannya dibangun 150.000 unit dan sampai 2030 mencapai 200.000.

BTN pertama kali meluncurkan Program Rumah Rendah Emisi pada kuartal IV-2024 bersama sejumlah developer dengan target pembangunan 1.000 unit rumah rendah emisi dalam tiga bulan yang akhirnya berhasil tercapai.

Program yang kini telah berjalan selama dua tahun tersebut didukung oleh beberapa mitra startup yang memproduksi material atau bahan bangunan ramah lingkungan (eco-friendly) dari sampah plastik yang sudah tidak bernilai.

/Frans S. Pong, Redaktur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *