Pemberani yang Terus Digoyang, Pesona JOKOWI Tetap Melekat Di Hati

Netizen pun diranah medsos berharap Joko Widodo come back di 2029 sebagai Capres.
JAKARTA, Update – Mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo selalu menjadi titik sentral pembicaraan. Sudah setahun ini ia tidak lagi menjabat sebagai orang nomor satu negeri ini tapi tetap saja ramai diranah media sosial.
Yang pasti pesona alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada ini sangat menarik untuk disimak. Mauver-manuver politik yang dilakukan selalu memberi arti bagi masyarakat banyak pada umumnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini tahu persis apa yang diingikan warganya. Tak herap ia selalu menjadi kebanggaan warga masyrakatnya dan rakyat Indonesia.
Meniti karir politik dimulainya dari posisi jabatan sebagai Walikota Solo dan kemudian menjadi Gubernur DKI Jakarta laku sebagai Presiden RI dua periode. karis cemerlang yang dirajut Jokowi yang saat ini banyak pihak yanga terus menggoyangnya. Namun, semuanya patah tak berdaya. Dari isu anak PKI, isu turunan Cina, dan terkahir ijazah palsu semua patah tak berdaya.
Jokowi tangguh dalam badai yang terus berguncang. Bahkan isu-isu kencang beredar Jokowi akan bertarung lagi di 2029 sebagai Capres. Sang Pemberani yang terus digoyang. Ia menjadikan mayoritas kepemilikan saham mayoritas untuk Indonesia. Ia membubarkan Petral dan membangun Papua.
Kinerja Jokowi yang sangat fenomenal adalah bagaimana pria yang pernah disebutkan sebagai krempeng dan planga-plongo berani bertandang ke Papua yang berdasarkan advis dan penilaian pejabat TNI-Polri berbahaya.
“Saya tidak mau tahu. Itu tugas kalian TNI-Polri untuk mengamankan Papua,” tutur Jokowi dalam suatu kesempatan.
Keberanian Jokowi memang diatas rata-rata Presiden RI lainnya. Ia berani menjadikan Freeport yang selama ini mayoritas sahamnya dikuasai Amerika Serikat dan menjadikan Indonesia sebagai mayoritas.
Dalam tekanan, Jokowi berani membubarkan Petral anak perusahaan Pertamina, sarat dengan para mafia yang merigikan negara ratusan triliun setiap tahunnya.
Anggota Tim Reformasi dan Tata Kelola Migas Fahmy Radhi mengakui susah memberantas mafia migas di Petral namun karena keberania Jokowi semua bisa dilakukan. “Petral akhirnya dibubarkan pada 2015 sesuai perintah Presiden Joko Widodo. Tanpa perintah Joko Widodo, Petral mustahil dibubarkan,” kata dia mengutip CNBC Indonesia.
/Frans S. Pong, Redaktur
