Usai Penangkapan Nicolás Maduro, Venezuela Melunak Ajak AS Bekerja Sama

Presiden ad interim (sementara) Venezuela Delcy Rodríguez. Foto: peoplesdispatch.org
JAKARTA, Update – Presiden ad interim (sementara) Venezuela Delcy Rodríguez melunak dengan mengajak Amerika Serikat bekerja sama, setelah sempat mengecam keras penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan AS yang memicu ketegangan geopolitik.
Laman Bisnis.com menyebutkan, Rodríguez telah melayangkan undangan ke pemerintah AS dalam rangka kerja sama tersebut.
“Kami menyampaikan undangan kepada pemerintah Amerika Serikat untuk bekerja bersama dalam agenda kerja sama yang berorientasi pada pembangunan bersama, dalam kerangka hukum internasional, serta memperkuat koeksistensi masyarakat yang berkelanjutan,” ujar Rodríguez dalam pernyataan resmi yang dilansir dari Bloomberg, Senin (5/1/2026).
“Jika dia tidak melakukan hal yang benar, dia akan membayar harga yang sangat mahal, kemungkinan lebih besar dari Maduro,” ujar Trump.
Meski demikian, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan Washington akan menilai Rodríguez berdasarkan tindakannya, bukan sekadar retorika.
Berbicara kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, Trump kembali menekankan bahwa AS membutuhkan akses penuh terhadap sektor minyak untuk membangun kembali Venezuela. Dia juga menyebut penyebutan penangkapan Maduro sebagai penculikan oleh Rodríguez sebagai istilah yang “tidak buruk.”
Rodríguez, yang merupakan mantan menteri perminyakan Venezuela, dikenal memahami tantangan pengelolaan perusahaan minyak negara Petróleos de Venezuela SA (PDVSA) serta kerja sama dengan perusahaan internasional. /ans
