Isra Presisi Indonesia Melantai di BEI, 2023 Bakal Raih Pendapatan 100%

JAKARTA, Update –  PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP) melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari pencatatan di BEI Jumat (09/12/2022)  perseroan mengatongi dana senilai Rp 144 miliar.

ISAP melepas sebanyak 1,5 miliar saham atau setara 37,31% ke masyarakat dengan harga penawaran sebesar Rp 96 per saham. Terjadi kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 11,08 kali dalam masa penawaran umum saham perdana atau (initial public offering/IPO).

”Langkah perusahaan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO bagian dari strategi meningkatkan pendanaan dalam bentuk modal kerja dan tata Kelola perusahaan yang lebih baik lagi, serta mendukung penggunaan produk dalam negeri dimana Dana yang diperoleh dari IPO digunakan untuk lokalisasi produk yang awalnya dilakukan impor oleh pelanggan perseroan,” kata Asrullah, Direktur Utama Perseroan.

Minat investor sangat tinggi karena melihat prospek bisnis Isra Presisi dan pertumbuhan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Perseroan dalam 3 tahun kebelakang kebanjiran order baik pesanan dari pelanggan komponen otomotif, non otomotif maupun alat berat, bahkan sudah masuk ke komponen elektronik.

Kinerja perseroan sampai dengan Mei 2022 mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan Laba Bersih yang bagus. Asrullah optimis dengan Prospek Industri Mesin perkakas (Dies, Mould, Jig Cheking Fixture, Precision part dan stamping Part) produk otomotif maupun non otomotif yang dijalankan perseroan saat ini.

Disampaikan bahwa Perseroan kedepan akan semakin baik seirig dengan jumlah pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia yang setiap tahun mengalami peningkatan, serta Industri non Otomotif (alat berat) yang mengalami peningkatan permintaan tahun 2022.

Untuk tahun 2023 yang diprediksi mengalami perlambatan, persertoan yakin akan semakin baik karena kontrak-kontrak alat-alat berat sudah masuk ke perseroan. Prediksi perseroan untuk pendapatan diperkirakan akan mencapai 75% hingga 100% dari laba tahun sebelumnya.

Catatan EmitenUpdate.com, per 31 Mei 2022, perseroan membukuan pendapatan bersih Rp 9,68 miliar, naik dari periode sama tahun 2021 Rp 7,01 miliar. Beban pokok pendapatan naik dari Rp 5,1 miliar ke Rp 6,29 miliar. Sedangkan laba bersih naik dari Rp 311 juta menjadi Rp 1,74 miliar per 31 Mei 2022.

Perseoran didirikan pada tahun 2011 dengan nama PT Isra Presisi Indonesia berawal dari satu mesin CNC Milling di Ruko Spanish Square Kota Deltamas Cikarang Pusat Bekasi Jawa Barat.

Pada Tahun 2012 Kapasitas produksi perseroan mulai overload menerima pesanan dari pelanggan dan menambah investasi beberapa mesin CNC Milling. Pada Tahun 2015 Perseroan Ekspansi ke Jl. Daru 3 Blok G5 No.39 Kawasan Industri Delta Silicon Lippo Cikarang dan menambah mesin-mesin produksi serta alat ukur presisi tinggi (romer). /fsp

Pada Tahun 2020 walaupun dimasa Pandemi Covid-19 melanda Indonesia,Perseroan tetap masih bisa survive bahkan dapat melakukan ekspansi dengan membuka Plant-2 di Jl. Daru I Blok G5 No.11 F dengan menambah Investasi mesin CNC Double Colomn
untuk mengerjakan produk-produk ukuran besar dan menambah Mesin Stamping 400 Ton untuk memproduksi Stamping Part komponen Mobil dan Motor After Market.

Pada Tahun 2021 Perseroan mendapatkan kepercayaan dari pelanggan untuk mengerjakan Part-part komponen Alat berat dari Industri alat berat Pabrikan Jepang.

Pada Tahun 2022, para pemegang saham PT Isra Presisi Indonesia Tbk menyetujui melakukan aksi korporasi dengan merubah Status Perseroan Menjadi Perusahaan Terbuka dan Melakukan Penawaran Umum Perdana Saham. /fsp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *