JAKARTA, Update – PT Pan Brothers Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menyetujui beberapa agenda rapatnya  antara lain melakukan penambahan modal senilai USD50 juta atau setara  Rp750 miliar dan menyetujui Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu(PHMETD) atau rigth issue dengan melepas 21,5 miliar saham baru bernominal Rp25 per lembar.

“Peningkatan Modal Dasar Perseroan dari semula Rp647,5 miliar yang terbagi atas 25,9 saham yang masing-masing bernilai nominal Rp25 menjadi sebesar Rp875 milyar atau 35 miliar saham dengan nilai nominal Rp 25 per saham,” kata Fitri Ratnasari Hartono, Direktur Perseroan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/09/2022).

Direktur Perseroan Pan Brothers, Fitri Ratnasari Hartono, tengah, menyampaikan rilis kepada wartawan.

Sebagaimana diketahui perseroan adalah produsen garmen terbesar berdasarkan kapasitas terpasang dan terkemuka yang berfokus pada produk dengan kompleksitas menengah hingga tinggi, segmen yang mendominasi di Indonesia dan salah satu yang terbesar di kawasan Asia dengan fokus yang kuat pada ekspor.

Pan Brothers dibentuk dan didirikan pada tahun 1980; memproduksi untuk merek fashion dan pakaian global terkemuka.

Dengan pengalaman dan track record yang panjang Perseroan memiliki portofolio klien internasional besar yang mengesankan, kebanyakan dari mereka adalah merek terkemuka antara lain: Uniqlo, Adidas, The North Face, Salomon, Arcteryx, J Crew, Dillard, LL Bean, Macy’s, Orvis, Stella Mc Cartney, Spyder, Mavic, Strellson, Oviesse, Coin SpA, Holy Fashion, Atomic, Kathmandu, Duluth, Indygena, Polo Ralph Lauren, Sterling, Burton, Wilson, Christopher & Banks, Columbia, Hunter, Betabrand, Banana Republic, Joe Brown, Scotch & Soda, Disentis, Black Diamond, Dakine, Armada, G-Star, Woolrich, Jottnar, dan lain-lain.

Penjualan terbesar PBRX diperoleh dari divisi garmen yang juga telah menjadi bagian dari manufaktur berbasis indi 4.0 di Indonesia, juga didukung oleh Product Development yang terus berkembang dan akan semakin memperkuat dan melengkapi daya saing PBRX di dalam pasar domestik dan internasional.

PBRX juga ditopang oleh industri teksil, garment embroidery, garment printing, garment washing, juga divisi retail yang memasarkan brands sendiri.

Agenda lainnya, RUPS menyetujui Perubahan Pengurus Perseroan. Terjadi perubahan susunan Dewan Komisaris dengan pengunduran Dhanny Cahyadi sebagai Komisaris dan diangkatnya Gita Rusmida Sjahrir sebagai Komisaris Independen.

Dewan Komisaris adalah sebagai berikut:

  • Benny Soetrisno sebagai Komisaris Utama yang juga Komisaris Independen.
  • Supandi Widi Siswanto sebagai Wakil Komisaris Utama, Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit,
  • Gita Rusmida Sjahrir sebagai Komisaris Independen

Adapun Susunan Direksi adalah sebagai berikut:

  • Ludijanto Setijo sebagai Direktur Utama
  • Anne Patricia Sutanto sebagai Wakil Direktur Utama
  • Fitri Ratnasari Hartono sebagai Direktur
  • Jean Pierre Seveke sebagai Direktur

Untuk Komite Audit adalah sebagai berikut:

  • Supandi Widi Siswanto sebagai Ketua Komite Audit
  • Bunardy Limanto sebagai Anggota Komite Audit
  • Toni Setioko sebagai Anggota Komite Audit.

Internal Audit:

  • Gunawan Nursalim (Kepala Departemen)

Corporate Secretary

  • Iswar Deni, Ibu Elysia Intan Permatasari dan Ibu Sasih Suarsih (Acih)

/fsp

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.