Jakarta, Update – Akhir pekan yang diitung sebagai Giornada 1 bagi Serie A bakal ramai. AC Milan Juara Musim 2021/2022 bakal menghadapi Udinese di awal laga. Kok ngomongin AC Milan doang? Tentu tidak. Tapi memang harus diawali dengan AC Milan. Klub yang memang di era 90-an punya legenda-legenda yang membuat klub ini melambung dan menjuarai berbagai piala di Benua Biru. Sebutlah, Van Basten, Gullit, Weah, Dida, Maldini hingga bek sentral Franco Baresi.

Di layar kaca di Indonesia tahun 90an itu seperti dimanjakan menyaksikan pemain-pemain di Italia bermain. Itu sebabnya, penggemar di masa itu hafal betul pemain-pemain bintang di Italia, juga termasuk saya. Namun pasca memudarnya pemain-pemain itu, AC Milan seperti tenggelam.

Tapi itu sejarah. Di era digital saat ini, tontonan bola tetap saja tak terkalahkan. Bahkan, kita penggemar yang cekak, bisa curi-curi nonton pertandingan live lewat berbagai platform media sosial. Terus terang kadang saya nonton di aplikasi itu….(satukan telapak tangan kiri dan kanan serta tundukan badan).

Saya harus menegok klub AC Milan. Ya AC Milan. Klub yang diotaki manajer Stefano Pioli adalah sosok amat penting dibalik suksesnya meraih Scudetto musim lalu. Ia berhasil merombak bersama para manajemen, macam Maldini yang ikut pula bahu membahu mencarikan pemain-pemain yang pas untuk mewujudkan mimpi mereka. Dan, berhasil!

Pemain gaek dan minim pengalaman diracik bersama-sama. Sebut saja, Rafael Leao. Pemain ini sedikit banyak belajar dari senior mereka, yaitu Ibrahimovic dan Giroud. Pemain asal Perancis ini tepat memang pindah dari Chelsea ke Rossoneri. Terbukti kehadirannya dapat turut mendongkrak ketajaman Rossoneri di depan gawang lawan. Meski sudah berkepala tiga, Oliver berhasil menjadi penyerang yang diandalkan. Kontribusinya juga lumayan tajam, 2 digit gol keseluruhan yang dibukukan. Leao juga tak bakal sendiri. AC Milan merekrut ujung tombak muda serba bisa Charles De Ketelaere berusia 21 tahun asal Club Brugge, Belgia yang diproyeksikan juga mampu menjadi ujung tombak tunggal di depan. Saya sih punya perasaan pemain ini bakal menemukan bintangnya di musim ini bersama AC Milan.

Di tengah, AC Milan punya pemain yang oke, meski ditinggal Franck Kessie yang lebih tertarik ke Barcelona. Namun klub ini tak kehilangan akal. Ada Sandro Tonali dan Ismael Bennacer yang bisa menguasai medan tengah dan mengoper bola-bola matang ke pemain depan. Ditambah lagi ada gelandang serbabisa Tomasso Pobega.

Di jantung pertahanan mantan pemain Chelsea Fikayo Tomori yang bakal meneken kontrak perpanjangan adalah pilihan yang tak ada gantinya bagi Pioli. Pemain lincah ini memang menjadi kunci di lini pertahanan Milan. Tomori pas diduetkan dengan Pierre Kalulu. Di lini ini dinilai siap untuk bersaing di musim keras ini. Itu berdasar pula dari hasil pertandingan pemanasan, di mana Milan kebobolan sedikit, yakni menundukan Vicenza 6-1, Wolfsberger (5-0), dan Marseille (2-0).

Lalu, posisi kiper. AC Milan tak sedih-sedih amat ketika ditinggal Donnaruma. Mike Maignan dari Lille berhasil jadi bintang. Bintang itu dibuktikan dengan menyabet kiper terbaik musim 2021/2022. Hal itu pantas didapat dengan catatan bagus 16 tak kebobolan, yang 8 di antaranya ia buat saat 10 laga terakhir yang menegangkan.

Nama-nama pemain lainnya bukan tidak mau disebutkan tapi memang nama-nama itu sudah mulai diperhitungkan. Jadi, tak usahlah saya mengangkatnya dalam tulisan ini.

Kompetitor

Inter Milan adalah salah satu yang paling serius. tetangga sekota ini setelah gagal meraih Scudetto musim lalu amat penasaran. Ambisi Inter amat besar di musim yang baru ini. Inter diam-diam terus memperbaiki lininya, termasuk mengembalikan Romelu Lukaku dengan harga murah dari Chelsea.

Juventus. Ini juga klub yang berambisi menjadi penyaing serius bagi AC Milan. Juve serius dengan mendatangkan Paul Pogba yang memang tidak menampilkan sinarnya di Manchester United. Lalu pemain veteran asal Argentina Angel di Maria. Dua pemain ini dirasa cukup untuk memperkuat lapisan tengah dan sayap.

Lalu ada AS Roma. Jose Mourinho jeli mendatangkan Paulo Dybala dan Gini Wijnaldum dari Liverpool. Bermodal meraih trofi Europa Conference League musim lalu, manajemen Giallarossi percaya pada sosok Special One ini untuk meraih Scudetto.

Tak ada yang tahu memang apakah AC Milan bisa bersaing dengan klub-klub itu. Tapi kalau diikuti, akan menjadi menarik tiap minggunya. Wajah persepakbolaan Italia khususnya Serie A bisa jadi menanjak semenarik era 90-an lalu. (Phil Artha Senna)

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.