JAKARTA, Update – PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA)  menyelenggarakan Paparan Publik Tahunan di Jakarta, Selasa (21/6/2022). Dalam kesempatan tersebut manajemen memaparkan kinerja perseroan dan anak usaha.

Tiga anak perusahaan ETWA yaitu PT Anugerahinti Gemanusa (PT AG) bergerak dalam manufaktur dan perdagangan biodiesel dan produk produk kimia, dengan kapasitas produki terpasang 140 000 MT per tahun berlokasi di Kawasan Industri Gresik, Jawa Timur: serta PT Maiska Bhumi Semesta (PT MBS) dan PT Malindo Persada Khatulistiwa (PTMPK) dalam bidang perkebunan sawit, dengan area tertanam termasuk area plasma seluas 8.300 Ha berlokasi di Kalimantan Barat.

Perseroan terus membuktikan keseriusannya dalam menjalankan bisnis yang dijalankan saat ini. Dengan demikian, Perseroan optimis kinerja akan terus membaik di masa yang akan datang.

Setelah masuknya investor ke Perseroan melalui Private Placement, kesulitan permodalan berhasil diatasi, ETWA semakin percaya diri dalam menjalankan roda bisnisnya.

Direktur ETWA, Francisco Jr Amante Colinares menuturkan, Perseroan akan membangun Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Adapun nilai investasi untuk membangun PKS tersebut di taksir sekitar Rp150 miliar.

“Pelaksanaan pembangunan PKS rencananya akan dilakukan pada Juli 2022 hingga Desember 2022. Sehingga, produksi komersial dan penjualan CPO/PK pada Januari 2024-selesai,”kata Francisco dalam paparan publik yang digelar, Selasa (21/6).

Dalam kesempatan itu, ETWA telah memenuhi syarat pembukaan penghentian sementara (suspend) saham perseroan, sehingga Bursa Efek Indonesia(BEI) dapat membuka suspend.

Francisco Jr Amante Colinares menjelaskan, sebagai syarat terakhir yang diberikan BEI untuk membuka suspend adalah penyelenggaraan paparan publik untuk memaparkan perkembangan kinerja perseroan.

“Syarat terakhir yang diminta bursa adalah paparan publik, sehingga dengan paparan publik ini, dalam waktu dekat BEI membuka suspend saham perseroan,” kata dia di Jakarta, Selasa(21/6/2022).

Untuk diketahui, ETWA mengalami suspend sejak 31 Agustus 2020 karena belum menyampaikan laporan keuangan 2019 dan denda keterlambatan. Terkait kewajiban itu telah disampaikan 12 Januari 2021.

Amante melanjutkan, akan terus memperhatikan kelangsung usaha perseroaan apalagi setelah masuknya investor ke Perseroan melalui Private Placement, sehingga kesulitan terkait permodalan telah berhasil diatasi, ETWA semakin percaya diri dalam menjalankan roda bisnisnya.

President Direktur ETWA, Eisen Wongso Wirya Surya mengaku bahwa untuk mengembangkan bisnis diperlukan dana investasi atau belanja modal (capital expenditure) yang tidak sedikit. Adapun capex tahun ini selain untuk pembangunan PKS, dana juga akan difokuskan untuk pembangunan yang meliputi perumahan, sarana & prasarana serta lain – lain termasuk membangun infrastruktur.

“Kami juga tengah melakukan rehabilitas kebun diantaranya rehabilitasi sosial, rehabilitasi fisik tanaman. Sementara panen, pemeliharaan rutin tanaman dan lain – lain akan dimulai pada Juli 2022 hingga selesai,” imbuhnya. /fsp

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.