JAKARTA, Update – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) tetap optimis untuk tetap bisa bersaing dalam pasar semen domestik yang diperkirakan masih tumbuh sekitar 5% didukung terutama dari pertumbuhan semen curah pada kelanjutan proyek-proyek infrastruktur dan katalis positif pembangunan ibukota negara baru (IKN).

Demikian disampaikan manajemen perseroan dalam acara Paparan Publik di Jakarta Jumat (25/3). Selain itu, pemulihan proyek-proyek komersial dari para pengembang juga menjadi harapan positif yang akan mendongkrak pertumbuhan perseroan kedepan.

Disampaikan juga, pertumbuhan positif volume semen domestik pada tahun 2021 menjadi dorongan penyemangat bagi industri semen. Tekanan dari COVID-19 saat varian Delta mencapai puncaknya pada bulan Juli dan harga batu bara yang tinggi, tentunya menjadi tantangan utama pada tahun 2021.

Harga jual produk Semen Kantong dinaikkan sekitar 6–8% di sebagian besar area pasar perseroan yang kuat selama Kuartal 4 2021 sebagai akibat dari beban biaya yang terus meningkat, namun kenaikan belum sepadan dengan biaya energi yang semakin meningkat sejak awal tahun 2021.

Menenai penggunaan batu bara, Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Christian Karyawijaya mengatakan pemakaian batu bara mengambil porsi hingga sebesar 40% dari total biaya produksi. Untuk itu upaya penggunakan energi alternatif untuk mengurangi batu bara merupakan langkah strategis yang terus dilakukan oleh INTP.

“Pada tahun 2021 penggunaan energi alternatif mengambil porsi sebesar 12,2% dari total kebutuhan energi batu bara yang mencapai 2 juta ton. Jumlah ini meningkat dari beberapa tahun sebelumnya sebanyak 9,3 juta ton. Sementara untuk tahun 2022 ini penggunaan energi alternatif kami targetkan bisa naik lagi sebesar 3%-4%, dan mencapai 25% pada tahun 2025” papar Christian Karyawijaya.

Untuk laba tahun berjalan, turun tipis sepanjang 2021. Secara tahunan (year-on-year/yoy) tercatat sebesar 1% menjadi Rp 1,79 triliun pada 2021 dari posisi Rp 1,81 triliun pada 2020. Dari paparan kinerja perusahaan INTP membukukan pendapatan bersih sepanjang 2021 sebesar 4,1% YoY. Hingga akhir 2021, pendapatan neto INTP ada di angka Rp14,771 triliun.

Volume penjualan perusahaan juga tumbuh 5% YoY dari 17.108 ribu ton pada 2020 menjadi 17.960 ribu ton di 2021. Jika dirinci, penjualan semen domestik perusahaan naik 2%, klinker di pasar domestik 71%, dan klinker ekspor meningkat pesat 156%. /fsp

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.