JAKARTA, Update – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) berhasil menorehkan pencapaian menggembirakan pada 2021 dengan mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 1.695% secara year-on-year (yoy) atau senilai USD 39,7 juta dibandingkan laba bersih sebesar USD 2,2 juta pada 2020.

Kenaikan laba bersih tersebut mendorong kenaikan EBITDA dari USD 34,3 juta pada 2020 menjadi USD 87,2 juta pada 2021 sementara marjin EBITDA naik dari 20,9% menjadi 32,7%. Peningkatan kinerja keuangan didukung oleh kinerja operasi yang solid, terutama kenaikan volume penjualan CPO sebesar 11,6% dan harga jual rata-rata CPO sebesar 38%.

Unit bisnis kelapa sawit berkontribusi sebesar 99% dari total pendapatan perusahaan sebesar USD 264 juta, atau meningkat 63,2% dibandingkan 2020.

Menurut Lucas Kurniawan, Direktur Utama ANJ, peningkatan kinerja keuangan perusahaan didorong faktor penawaran dan permintaan. Ekonomi dunia yang mulai pulih telah meningkatkan permintaan terhadap kelapa sawit dan produk turunannya.

“Kenaikan volume penjualan didukung oleh penerapan praktik kelapa sawit berkelanjutan, inovasi agronomi, serta peningkatan volume produksi, terutama dari tanaman muda yang baru menghasilkan dari kebun yang baru beroperasi di Papua Barat dan kebun di Pulau Belitung, dengan peningkatan masing-masing sebesar 63% dan 19% adalah hasil penerapan strategi replanting di Pulau Belitung yang telah kami terapkan sejak 2015 dan pengembangan lahan baru yang kami lakukan secara bertanggung jawab di Papua Barat,” kata Lucas.

Selain itu, untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, juga dilakukan inovasi agronomi yang memperhatikan faktor keberlanjutan seperti teknik fertigasi, pengomposan Di unit bisnis sagu, pendapatan juga meningkat dan mencapai USD 1,3 juta yang disebabkan oleh kenaikan volume penjualan.

Pada segmen energi terbarukan, peningkatan produksi listrik dari pembangkit listrik biogas perusahaan menyumbang pendapatan sebesar USD 577,2 ribu pada 2021, suatu peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar USD 574,2 ribu. Sementara itu, unit bisnis sayuran, PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT), yang telah memulai ekspor edamame beku ke Jepang pada Maret 2021 menyumbang pendapatan sebesar USD 878,7 ribu pada 2021.

Nilai tersebut naik sebesar 90,5% dibandingkan tahun sebelumnya yang disebabkan oleh volume penjualan dan harga jual edamame beku yang lebih tinggi. Selain berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih hampir 18 kali lipat, pencapaian penting lainnya adalah diraihnya sertifikasi keberlanjutan RSPO dan ISPO.

Hingga akhir 2021, seluruh kebun inti dan 70% kebun plasma dan kemitraan petani swadaya telah mendapatkan sertifikasi RSPO dan ISPO. ANJ menargetkan seluruh kebun mitra akan telah tersertifikasi ISPO pada 2023 dan RSPO pada 2025

Pada akhir 2021, dua anak perusahaan ANJ, PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM) dan PT Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJA), berhasil meraih PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). ANJ juga mendapatkan pengakuan dari sejumlah lembaga penilai kinerja Environment, Social and Governance (ESG)dan keterbukaan di tingkat global, seperti CDP, Sustainability Policy Transparency Toolkit (SPOTT), dan Sustainalytics.

Pemeringkatan yang dilakukan oleh Sustainalytics, perusahaan pemeringkat ESG terkemuka yang merupakan bagian dari kelompok Morningstar, menempatkan ANJ pada peringkat pertama di Indonesia dan peringkat ketiga di dunia dengan risiko ESG terendah untuk bidang perkebunan dari seluruh perusahaan dunia yang dinilai oleh Sustainalytics.

Hasil pemeringkatan Sustainalytics mengungkapan bahwa meski ANJ menghadapi risiko ESG yang tinggi, manajemen ANJ melakukan pengelolaan risiko dengan andal. SPOTT, platform pengungkapan publik dalam hal kinerja ESG perusahaan kelapa sawit, memberikan skor 82,9%, jauh di atas nilai rata-rata dari 100 perusahaan kelapa sawit dunia yang dinilai SPOTT yaitu 42,8%.

Sejalan dengan visi misi perusahaan, ANJ berkomitmen untuk menjadi perusahaan kelapa sawit di Indonesia yang terdepan dan paling siap dalam penerapan aspek ESG.

Komitmen ANJ diwujudkan melalui langkah-langkah strategis sebagai bagian dari perjalanan keberlanjutan ANJ, yang mencakup antara lain penggunaan bahan bakar organik dan ramah lingkungan yang berasal dari limbah, pengurangan emisi gas rumah kaca dan pengurangan bahan bakar fosil dan pupuk kimia.

“Tahun ini kami akan melanjutkan program-program yang sejalan dengan aspek ESG untuk mendukung strategi pertumbuhan kami di masa depan, antara lain program penanaman kembali di perkebunan kami di Pulau Belitung dan perkebunan Sumatera Utara 1, pembangunan infrastruktur di perkebunan Papua Barat dan pembangunan pabrik pupuk organik (kompos) di perkebunan Kalimantan Barat sebagai kelanjutan dari program yang telah kami terapkan sebelumnya,” pungkas Lucas. /fsp

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.