JAKARTA, Update – Direktur Jenderal (Dirjen) Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Hadiyanto mengungkapkan pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Pumped Storage yang dilakukan PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) (Persero) bertujuan untuk mendukung transisi energi dan pencapaian penurunan emisi karbon di Indonesia.

Laman Kemenkeu RI menyebutkan, hal tersebut sesuai dengan komitmen Indonesia untuk mempercepat transisi energi dengan target EBT sebesar 23 persen pada 2025, serta pemenuhan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.

“Untuk mendukung komitmen tersebut dan selaras dengan fokus Energy Transitions Working Group, isu pendanaan yang menjadi prioritas G20 dalam transisi energi dapat diatasi oleh sumber pembiayaan yang disediakan Pemerintah dalam bentuk Penerusan Pinjaman Luar Negeri,” ujar Hadiyanto dalam rilisnya.

Hadiyanto mengatakan Sustainable Energy Transition ini juga menjadi salah satu topik penting yang diangkat pada Presidensi G20 Indonesia tahun 2022.

“Negara-negara anggota G20 memiliki tanggung jawab yang besar dan peran strategis dalam mewujudkan transisi menuju energi yang bersih dan berkelanjutan, mengingat negara-negara anggota G20 menyumbang sekitar 75 persen dari permintaan energi global,” kata Hadiyanto.

Adapun SLA untuk pembiayaan di sektor energi tersebut disalurkan kepada PT PLN dan PT Pertamina serta PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang merupakan lembaga pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur.

“Pemberian penerusan pinjaman atau SLA telah memberikan manfaat yang luar biasa pada berbagai sektor,” ujar Hadiyanto.

Manfaat tersebut di antaranya adalah pembangunan infrastruktur pada sektor energi untuk pencapaian program energi listrik 35.000 megawatt melalui pembiayaan untuk transmisi, gardu induk, dan pembangkit listrik baik energi tidak terbarukan maupun energi terbarukan.

Manfaat selanjutnya adalah untuk sektor transportasi seperti jalan tol, kereta rel listrik (KRL) dan Mass Rapid Transit Jakarta. Sektor kesehatan juga dimanfaatkan untuk pembangunan rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya, serta sektor perdagangan untuk pembangunan pasar-pasar modern di berbagai daerah.

Hadiyanto berpesan kepada PT PLN agar melaksanakan proyek-proyek yang dibiayai oleh SLA ini dengan sebaik mungkin dan wajib menekan seminimal mungkin potensi keterlambatan dalam pelaksanaan pembangunan proyek dimaksud.

“Dengan dana yang begitu besar dan pekerjaan pembangunan PLTA Pumped Storage yang penuh tantangan, PT PLN (Persero) diminta membuat jadwal dan mengawasi secara ketat setiap pengerjaan proyek, dimulai sejak masa persiapan, pembangunan, hingga masa pemeliharaan proyek ini,” kata Hadiyanto. /fsp

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.