JAKARTA, Update – Presidium Kaukus Perempuan Parlemen Indonesia (KPP RI) Dewi Asmara mengatakan penyelenggaraan Lomba Desain Batik Nasional RUPA KARYA (Ruang Pameran Karya Anak Bangsa) merupakan salah satu wujud komitmen KPP RI dalam mendukung upaya pelestarian budaya nusantara melalui batik.

Laman DPR RI menyebutkan, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai upaya melestarikan rempah khas Indonesia yang diwujudkan melalui kreativitas dalam motif batik Indonesia.

“KPP RI mendukung UMKM untuk terus meningkatkan kreativitas khususnya dalam upaya pelestarian budaya yang diselenggarakan alam negeri berupa rempah-rempah yang juga ikut mewarnai serat rupa batik karya anak negeri,” tutur Dewi di sela-sela pengumuman karya terpilih dan talkshow, di selasar Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Jumat (18/2/2022).

Disampaikan Dewi, tema ‘RUPA KARYA (Ruang Pameran Karya Anak Bangsa)’  diangkat oleh KPP-RI untuk mencerminkan interaksi perempuan lintas partai politik dan daerah pemilihan serta kerjasama sinergi antar perempuan parlemen dalam merajut kesetaraan dan keadilan yang dicita-citakan.

“Rangkaian ini sebagai wadah berhimpun anggota DPR dan DPD dalam rangka penguatan pengarusutamaan gender dalam pembangunan nasional  dan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam demokratis,” kata Anggota Komisi IX DPR RI tersebut.

Produksi batik berkontribusi terhadap upaya merawat dan melestarikan alam, selain itu juga berkontribusi terhadap perekonomian. Menurut catatan Kemenperin, pada akhir 2021, kontribusi sektor batik terhadap devisa melalui capaian ekspor batik pada tahun 2020 mencapai 532,7 juta dolar AS, dan selama periode triwulan I tahun 2021 mampu menembus 157,8 juta dolar AS. “Kami berharap upaya dalam melestarikan batik dan budaya nasional lainnya dapat terus dilakukan dalam berbagai kegiatan,” harap Dewi.

Sebelumnya,  Ketua Panitia Rupa Karya, Casytha A. Kathmandu mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi KPP RI terhadap perempuan dalam melestarikan rempah Indonesia yang diwujudkan dalam motif batik Indonesia. “Pilihan tema ini juga ingin mengangkat bahwa perempuan adalah simbol pelestari bangsa. Lewat tangan perempuan rempah bisa diolah, bisa menghasilkan bahan pangan yang kaya nutrisi untuk  penerus bangsa,” kata Casytha.

Lomba Desain Batik Nasional RUPA KARYA diselenggarakan KPP RI sejak 24 November 2021 lalu dan menerima 91 karya dari 91 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Hasil karya desain ini kemudian diseleksi menjadi 20 nominasi karya terpilih oleh Dewan Juri dari Anggota KPP-RI yang terdiri dari Arzeti Bilbina Huzaimi (Anggota DPR RI Fraksi PKB), GKR Hemas (Anggota DPD RI – Provinsi DIY), Krisdayanti (Anggota DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan), dan Ratu Ngadu Bonu Wulla (Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem). /fsp

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.