SORONG, Update – Kemitraan perusahaan dan petani menjadi salah satu jawaban untuk menekan deforestasi dan memastikan pengelolaan ramah lingkungan berstandar internasional oleh petani kelapa sawit di Indonesia.

Mengatakan itu Geetha Govindan, Wakil Direktur Utama PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) dalam siaran persnya yang diterima EmitenUpdate.com, Senin (10/01/2022).

Sebagaimana diketahui, ANJ merupakan perusahaan induk yang terlibat, baik secara langsung maupun melalui anak perusahaannya, dalam produksi dan penjualan minyak sawit mentah, inti sawit, minyak inti sawit dan hasil pangan berkelanjutan lainnya serta energi terbarukan.

“Sebagai perusahaan kelapa sawit, komitmen keberlanjutan, juga berlaku bagi seluruh pemasok yang melibatkan sejumlah pihak eksternal, sebagian besar di antaranya merupakan petani dan koperasi swadaya,” kata Geetha.  

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kapasitas organisasi, Perseroan mendukung pembentukan koperasi agar para petani mampu meningkatkan kapasitas manajemen dan keuangan mereka, serta memberikan pelatihan mengenai pengelolaan perkebunan terbaik yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial, legalitas, ketenagakerjaan, kesehatan dan keselamatan kerja dan aspek keberlanjutan lainnya.

Selain itu, sebagai bagian dari misi perusahaan untuk mempromosikan praktik berkelanjutan dalam agribisnis, ANJ berinvestasi pada petani kecil untuk memastikan bahwa mereka dapat memenuhi persyaratan sertifikasi RSPO serta persyaratan ketertelusuran.

Sampai dengan akhir Desember 2021, dua anak perusahaan, yakni PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM) dan PT Kayung Agro Lestari (KAL) telah melakukan pembinaan kepada lebih dari 1.700 petani plasma dan kemitraan dengan luas lahan lebih dari 3.000 Ha. Selain itu, sampai dengan akhir tahun 2021, tujuh mitra koperasi petani kelapa sawit Grup ANJ telah menjadi petani bersertifikat RSPO.

Sampai akhir September 2021, ANJ memiliki 154,6 ribu Ha cadangan lahan dan 54,7 ribu Ha untuk total area tertanam dengan 44,7 ribu Ha area menghasilkan dengan profil umur tanaman rata-rata  13,2 tahun dan 10,0 ribu Ha untuk area belum menghasilkan. Sedangkan total area hutan NKT yang telah dicadangkan sebagai area konservasi untuk perlindungan flora, fauna, dan habitatnya adalah 57.260 ha. /fsp

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.