JAKARTA, Update – Cikal bakal menjadi pengusaha terus dirintis. Langkah pasti menjadi entrepreneur terus digagas dan dikerjakan sosok wanita ini.

Ia adalah Marla Elisabeth, S.Psi, Founder Fish in Heart, pengusaha ikan hias yang sudah berkiprah dalam setahun ini menjalankan bisnis ikan hias diantaranya adalah ikan Cupang.

Serius menata usaha menjadi lebih baik terus dilakukan. Tak heran kalau MNC Trijaya tertarik untuk mewawancarainya Rabu (22/12) yang tayang di kanal youtube MNC Trijaya, grup MNC TV milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo.

Tak tanggung-tanggung dalam wawancara dengan topik “Tren dan Peluang Bisnis UMKM” Marla tampil bersama Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi DKI Jakarta, Ir. Elisabeth Ratu Rante Allo.

Apa kata Marla Elisabeth seputar usaha yang ditekuninya ketika ditanya penyiar MNC Trijaya Dennis Irawan? Lugas dan supel Marla yang akrab disapa Icha ini mengakui usaha yang dirintisnya bermula karena kecintaannya terhadap ikan hias.

“Memulai bisnis dari hobi, pelihara ikan hias di rumah. Setelah ditekuni, perlahan muncul minat bisnis karena banyak orang yang tertarik,” ungkap Icha.

Menurut warga GPIB Agape Jakarta Timur ini, rangkaian usahanya dimulai dari rumah, semua koleksi ikan hias dipajang di rumah. Kalaupun ada pembeli yang datang bisa dipastikan adalah orang-orang yang dikenal. Namun, kata Icha, sejak pindah ke ruko respon peminat bervariasi.

“Iya, custumer yang biasanya orang yang dikenal sekarang bervariasi,” ungkap Icha seraya mengakui usaha yang dijalankan otodidak.

“Banar-benar otodidak. Tidak punya pengalaman bisnis karena memang cuma suka-suka aja. Jadi benar nol banget pengetahuannya,” tutur Icha.

Ditanya pernah error dalam menjalankan usaha? “Iya ada, dalam hal prawatan, ikan cupang itu mahkluk hidup, mesti dirawat diganti airnya, dikasih makan, kalau ada yang sakit dikulit sisiknya mesti dikasih obat juga. Jadi susah sih dibagian perawatan ikannya,” katanya.

Ternyata ini neh yang membuat Icha benar-benar mencintai usahanya.

“Dasarnya dari Mama, Mama itu suka jualan walau tidak punya basic bisnis. Suka aja, ada kepuasan sendiri kalau bisa melayani custumer barang laku ada kepuasan tersendiri, akhirnya menular deh ke aku. Jadi aku ikutan juga bisnis ikan cupang ini. Jadi yakin aja jalanin.”

Koleksi ikan Cupang yang kini dimiliki ada sekitar 100 lebih ikan Cupang yang diperoleh dari peternak-peternak kecil yang kemudian dirawat sendiri dan dipasarkan.

Baca juga Gereja Toraja Kini Punya Bank, Pdt Jozef Hehanusa: GPIB Pasti Bisa
Soal harga ikan Cupang yang harganya jutaan, Icha mengakui memang ada. “Iya, aku dengarnya begitu. Punya aku nggak nyampe segitu, ya. Paling murah Rp35 ribu dan paling mahal Rp125 ribu. Yang mahal ikan Cupang yang diadu.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi DKI Jakarta, Ir. Elisabeth Ratu Rante Allo menyarankan kepada Icha untuk bergabung di komunitas JakPreneur.

Sebagaimana diketahui, JakPreneur adalah komunitas Pengembangan Kewirausahaan Terpadu untuk mengambangkan potensi keterampilan dan kemandirian berusaha.

“Pilih Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian. Kami punya beberapa tempat ikan hias di Jakarta di bawah Dinas KPKP, mereka ahlinya dalam ikan-ikan,” kata Ir. Elisabeth Ratu Rante Allo.

Menurutnya, yang krusial saat memulai usaha adalah pemasaran. Ini yang sering dialami pengusaha diawal memulai usahanya.

“Sudah punya ijin, sudah punya produk tapi kalau pasar tidak ada mati deh usaha. Itulah makanya, kami fasilitasi anggota JakPreneur melalui pemasaran offline dan online. Di Online itu kami sudah kerja sama dengan Bukalapak, Shopee, Tokopedia, dan Bli-bli,” imbuh Elisabeth. /ans

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.