JAKARTA, Emiten – Ekonomi global dan domestik terus menunjukkan pemulihan dan memberikan optimisme. Tren positif ekonomi turut mendukung kinerja APBN dalam mendukung pemulihan ekonomi. Demikian siaran pers Kemenkeu RI, Selasa (21/12).

Lanjut disebutkan, upaya penanganan Covid-19 tetap dijaga, dengan kedisiplinan protokol kesehatan masyarakat dan vaksinasi terus didorong seiring aktivitas masyarakat kembali normal. Meski demikian, berbagai risiko global dan domestik masih perlu terus diwaspadai, termasuk terhadap kondisi kasus Covid-19 menjelang libur Nataru.

Defisit Anggaran sampai dengan akhir November 2021 mencapai Rp611,0 triliun atau sekitar 3,63 persen dari PDB (60,7 persen dari pagu APBN 2021). Defisit APBN 2021 diperkirakan berada pada kisaran 5,0% – 5,2% PDB, seiring komitmen Pemerintah menuju konsolidasi fiskal di 2023.

Sementara itu realisasi Pembiayaan Anggaran sudah mencapai Rp642,6 triliun atau sebesar 63,8 persen terhadap pagu APBN 2021. Kebutuhan Pembiayaan Anggaran menurun tajam seiring membaiknya penerimaan APBN, serta optimalisasi pemanfaatan SAL.

Realisasi Pembiayaan sampai akhir November 2021 ini masih didominasi oleh Pembiayaan Utang sebesar Rp658,4 triliun yang terdiri atas realisasi Surat Berharga Negara (Neto) sebesar Rp670,4 triliun dan Pinjaman (Neto) sebesar negatif Rp12,0 triliun. 

Penerbitan SBN melalui lelang dan SBN Ritel Tahun Anggaran 2021 sudah selesai dilaksanakan. Sementara itu, rencana penerbitan SBN skema SKB III 2021 yang tersisa sebesar Rp157 triliun akan diterbitkan pada akhir Desember 2021. /fsp

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.