EmitenUpdate.com – Persidangan Sinode GPIB XXI resmi dibuka. Rangkaian pesta iman pada 26 – 31 Oktober 2021 yang berpusat di Surabaya ini kental dengan sentuhan Jawa Timur sebagai tuan dan nyonya rumah dengan Ketua Panitia dr. Tony Parengkuan.

Tembang rohani Jawa, “Gusti, Kula Nyuwun Sara” menggiring kekhusukan hikmatnya ibadah pembukaan dengan Pelayan Firman Ketua Majelis Sinode XX, Pdt Drs. Paulus Kariso Rumambi M.Si. Ibadah semakin khusuk dengan penyampaian puisi indah, menyentil.

Presiden Joko Widodo yang akrab di sapa Jokowi hadir secara daring dalam pembukaan Persidangan Sinode tersebut. Dalam sambutannya Jokowi menyatakan rasa bangganya terhadap Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) yang selalu turut serta dalam pembangunan bangsa.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Majelis Sinode dan seluruh warga GPIB di seluruh Indonesia atas partisipasinya, bersinergi, bahu-membahu dengan elemen bangsa yang lain mendukung pemerintah dalam penanganan dampak covid-19 baik di bidang kesehatan maupun di bidang ekonomi,” kata Jokowi

Keterlibatan GPIB, kata Presiden Jokowi, dalam menangani pandemi covid-19 melengkapi kontribusi GPIB untuk mewujudkan damai sejahtera bagi seluruh ciptaan Tuhan di seluruh bumi Indonesia.

“Cita-cita mulia untuk mewujudkan damai sejartera memiliki makna yang sangat penting karena bangsa kita berdiri diatas kebhinekaan, berbeda dari latar belakang agama, suku dan juga budaya. Keragaman itu harus dilihat dari fondasi yang menguatkan persatuan Indonesia sebagai modal sosial untuk kemajuan bangsa bukan ancaman yang manjadikan kita terpecah belah,” kata Jokowi.

Presiden meminta GPIB kedepan, harus terus berkontribusi secara aktif membangun sinergi lintas agama, lintas budaya dam lintas generasi membangun dan membangun menguatkan moderasi beragama untuk menjaga tetap tegaknya Pancasila dan NKRI.

“Saya percaya dengan pengalaman panjang selama ini GPIB mampu bekerja dengan baik menebarkan pesan-pesan damai, membangun kerukukan dan suasana harmonis yang dilandasi sikap saling menghormati dan saling menghargai serta bersatu, bergandengan tangan untuk mewujuskan damai sejahtera,” imbuh Jokowi.

Ketum Pdt P. K. Rumambi dalam khotbahnya mengajak warga jemaat untuk hidup dalam kesahajaan, jauh dari keserakahan terhadap berkat yang Tuhan limpahkan dan hidup dalam keugaharian.

Dalam sambutannya, Pdt Rumambi mengatakan, PS XXI ini merupakan peristiwa bersejarah. Untuk pertama kalinya Persidangan Majelis Sinode diadakan dalam suasana extra ordinary akibat pandemi virus corona yang melanda dunia sejak awal 2020 yang mengakibatkan Persidangan in harus tertunda setahun.

Ada tiga agenda persidangan, yaitu Laporan Pertanggungjawaban MS ke-20, Menetapkan perangkat-perangkat gerejawi, dan Pemilihan Fungsionaris Majelis Sinode ke-21 dan anggota BPPG.

“Untuk itu, mari kita sukseskan PS XXI ini dengan semangat kolektif kolegialitas diantara sesama presbiter sebagai pemimpin umat dengan mengingat visi dan misi GPIB yang kesemuanya untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus yang adalah sang Gembala kita yang baik,” harap Rumambi. /tat

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.