JAKARTA, EmitenUpdate.com – Jajaki kerja sama konkret antara Indonesia dna Aliansi Pasififik di bidang gender, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak hadiri pertemuan dengan Aliansi Pasifik (20/08/2021). Pertemuan tersebut membahas upaya menjembatani kesenjangan digital dan upaya pembiayaan kewirausahaan perempuan, sebagai tindak lanjut prakarsa Indonesia yang disampaikan pada “the 2nd Cooperation Forum of the Pacific Alliance: ASEAN Chapter” pada tanggal 24 November 2020. Demikian siaran pers Kemenlu RI Senin, 23/8/2021.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Aliansi Pasifik menyampaikan gambaran mengenai perkembangan upaya-upaya dari organisasi untuk melakukan pengarusutamaan gender. Aliansi Pasifik mengharapkan kerja sama dengan Indonesia dapat mendorong pengimplementasian road map di dalam proyek-proyek Aliansi Pasifik khususnya di bidang penghapusan barrier yang membatasi otonomi dan pemberdayaan ekonomi perempuan serta pengurangan digital gender gap.

Menanggapi hal tersebut, Indonesia menyampaikan secara singkat mengenai upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia pada isu kewirausahaan perempuan dan digital gender. Delegasi Indonesia juga berbagi best practices yang telah dan sedang dilakukan Pemri dalam isu pemberdayaan perempuan.

Disampaikan 5 program prioritas bagi perempuan dan anak seperti: pelatihan kewirausahaan bagi perempuan; penyediaan layanan keuangan, business mentoring dan coaching bagi perempuan bekerjasama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PT PNM Mekaar); pelatihan kepemimpinan bagi perempuan di pedesaan; Program Kelas lnkubasi Sispreneur 2020 – 2021; dan program Digital Entrepreneurship Academy melalui kerjasama KemenPPPA dan Kominfo.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia diwakili oleh Direktur Kerja Sama Intrakawasan dan Antarkawasan Amerika dan Eropa, dan didampingi oleh Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender bidang Ekonomi, KemenPPPA. Sementara Aliansi Pasifik dipimpin oleh Head of Inclusive Trade Department, Undersecretariat of International Economic Affairs, Kemlu Chile dan didampingi wakil dari Chile, Kolombia, Meksiko dan Peru yang tergabung dalam Gender Technical Group serta para duta besar negara anggota Aliansi Pasifik di Jakarta.

Aliansi Pasifik merupakan organisasi regional di bidang ekonomi dan perdagangan yang terdiri dari 4 negara yaitu Chile, Kolombia, Meksiko, dan Peru. Kawasan ini memiliki total populasi 229,3 juta orang dan total GDP sebesar USO 2, 1 triliun dengan rata-rata total GDP perkapita sebesar USO 9.660. Selain itu, Aliansi Pasifik juga memiliki jumlah negara observer yang mencapai 59 negara dari lima benua. Indonesia telah menjadi negara observer sejak tahun 2015. /fsp

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.