Sektor perumahan bertumbuh positif disepanjang pandemi ini meskipun pertumbuhan total kredit sektor perbankan sempat kontraksi.

JAKARTA, EmitenUpdate.com – Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, faktor-faktor pendorong pertumbuhan di sektor perumahan disumbang beberapa regulasi, subsidi maupun stimulus dari pemerintah.

Beberapa faktor aturan itu dari Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan berupa penurunan beban risiko ATMR, pelonggaran LTV, insentif pajak subsidi bunga dan lainnya.

Selain itu, katanya, pemulihan ekonomi nasional juga didukung masifnya program vaksinasi dan penanganan Covid-19 lewat kebijakan PPKM. Kondisi ini tercermin pada angka pertumbuhan ekonomi sebesar 7,07% per kuartal II-2021 sebagaimana dilansir Badan Pusat Statistik hari ini. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi tersebut, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menikmati kenaikan transaksi jual-beli hunian di sepanjang semester I-2021.

Gairah bisnis properti, kata Haru, tampak pada data pertumbuhan sektor perumahan dan real estate yang meningkat 2,82% secara YoY pada kuartal II-2021, lebih tinggi dari pertumbuhan di kuartal II-2020 dan kuartal IV-2020 yang masing-masing sebesar 2,31% dan 1,25%.

“Sektor perumahan bertumbuh positif disepanjang pandemi ini meskipun pertumbuhan total kredit sektor perbankan sempat kontraksi. Ini menunjukan optimisme bahwa sektor perumahan akan terus tumbuh seiring dengan pemulihan ekonomi nasional,” ujar Haru dalam Konfrensi Pers Himbara bertajuk “Optimisme untuk Indonesia” secara virtual, Kamis (05/08/2021).

Haru menyebutkan, mengukur pertumbuhan sektor perumahan, Bank BTN memiliki indeks yang disebut BTN House Price Index (HPI). Ini merupakan indikator perubahan harga rumah yang didapatkan dari transaksi riil di lapangan yang terjadi di kantor cabang BTN di 284 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Pada kuartal II-2021 harga rumah secara nasional menunjukan angka yang relatif stabil yaitu pada angka 5,02% secara YoY terutama didorong oleh kenaikan signifikan dari HPI rumah tipe 70 m2 sebesar 6,08%. BTN akan terus menjajaki peluang-peluang bisnis yang berpotensi besar seperti peluasan bisnis KPR melalui kerja sama instansi pemerintah, juga swasta diantaranya dengan BP Tapera, lalu TNI Angkatan Darat dan lainnya.

Sekira 90% penyaluran kredit BTN dikontribusi dari KPR Subsidi dan BTN menargetkan dapat menyalurkan KPR Subsidi sebanyak 200 ribu – 240 ribu unit rumah per tahun untuk menekan backlog perumahan. 

Selama ini, kata Haru, sektor perumahan selama ini  menjadi salah satu lokomotif dalam turut serta memulihkan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19. Bank BTN konsisten untuk tetap fokus pada pembiayaan perumahan khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Sektor perumahan memiliki multiplier effect terhadap 174 sub-sektor lainnya dan mendorong pertumbuhan sektor-sektor lain seperti Jasa Real Estate, Perdagangan, Jasa Keuangan dan Perbankan, serta sektor lainnya.

Ketua Himbara Sunarso yang juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengatakan, Himbara bersyukur Indonesia terlepas dari resesi ekonomi akibat pandemi yang terjadi. Selama ini Himbara telah menjadi mitra utama Pemerintah dalam implementasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hingga Mei 2021 total penyaluran stimulus untuk PEN tercatat sebesar Rp370,55 triliun (di luar restukturisasi) kepada 51,77 Juta penerima.

Sedangkan realisasi restrukturisasi kredit Himbara atas nasabah terdampak Covid-19 sampai sebanyak 3,43 Juta nasabah dengan total baki debet sebesar Rp411,14 triliun. Dengan perbaikan ini, tentunya Himbara semakin optimistis bahwa momentum pemulihan ekonomi semakin dekat. Perbaikan kondisi ekonomi itu, kata dia, ditopang pertumbuhan kredit perbankan yang menunjukkan tren perbaikan.

Bahkan, untuk pertama kalinya pertumbuhan kredit positif sekitar 0,6 persen secara year on year (yoy) pada Juni 2021 yang sebelumnya selalu negatif selama 8 bulan berturut-turut sejak Oktober 2020. Sebagai contoh untuk pertumbuhan kredit BRI khususnya segmen mikro tumbuh sebesar 17 persen year on year.

“Pertumbuhan ekonomi ini, sangat memberikan harapan ke depannya. Ini menunjukkan pemulihan yang nyata baik dari sisi permintaan maupun produksi dan diharapkan menjadi titik balik pemulihan dan percepatan ekonomi ke depan. Momentum pemulihan ekonomi ini harus dijaga,” papar Sunarso optimis.

Pemulihan ekonomi global, katanya, mendorong sektor eksternal yaitu ekspor yang lebih baik tahun ini. Keempat adalah keberhasilan menjaga iklim investasi yang berpeluang lebih tinggi pada tahun ini sehingga dapat menyerap tenaga kerja.

Dampaknya, pertumbuhan kredit perbankan nasional yang mulai positif. Capaian itu lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu yang tercatat negatif. Dengan pola seperti ini, diyakini pertumbuhan kredit akan kembali tercatat positif hingga akhir 2021.  /fsp

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.