EmitenUpdate.com – Wow,…ada yang  merger neh. Siapakah itu? Gojek dan Tokopedia. Hasilnya, dapat dipatikan kedua perusahaan ini bakal semakin mantap. Merger kedua usaha ini memunculkan nama baru yakni Grup GoTo.

Mergernya kedua perusahaan kakap ini disikapi para driver yang berharap adanya perbaikan pendapatan antara lain bonus dan insentif. “Kami sebagai asosiasi pegemudi ojek online memandang penggabungan platform transportasi on demand dan e-commerce ini sangat baik. Karena ini dua platform yang berbeda sehingga bisa saling melengkapi,” ujar Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono kepada Kompas.com, Rabu (19/5/2021).

CEO GoTo Andre Soelistyo mengatakan, ada peluang pendapatan yang lebih besar bagi driver. Sementara bagi penjual dan mitra merchant dari berbagai skala bisnis, akan mendapatkan berbagai manfaat dan kesempatan untuk meningkatkan usahanya.

“Mitra driver Gojek akan memiliki peluang pendapatan yang lebih besar antara lain dengan mengirimkan lebih banyak pesanan dari pengguna Tokopedia,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Grup GoTo memiliki nilai total transaksi atau gross transaction value (GTV) sebesar 22 miliar dollar AS atau setara Rp 319 triliun pada 2020. Sepanjang tahun lalu GoTo juga memiliki 1,8 miliar transaksi, lebih dari 2 juta mitra driver tercatat, lebih dari 11 juta mitra usaha, lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan, serta kontribusi mencapai 2 persen kepada total produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Go to dipimpin oleh perwakilan Gojek, yakni Andre Soelistyo yang menjabat sebagai CEO Grup GoTo dan perwakilan Tokopedia, Patrick Cao yang didapuk sebagai Presiden GoTo. Ada nama Kevin Aluwi menjabat sebagai CEO Gojek dan William Tanuwijaya akan tetap menjadi CEO Tokopedia.

Hadirnya Grup GoTo disebut akan memberikan layanan pengiriman cepat dengan jangkauan luas untuk berbagai layanan digital, akan menjadikan pengiriman di hari yang sama untuk layanan e-commerce menjadi sebuah standar praktik sehari-hari di Indonesia.

GoTo juga akan semakin meningkatkan layanan pembayaran dan keuangannya untuk dapat menjangkau sekitar 140 juta masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam mengakses sistem keuangan di Indonesia. /***


By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.