Insyaallah, Indonesia Aman Jika Terjadi Perang Dunia ke-3

Foto: ZONAJAKARTA.COM
Debu dan asap dari ledakan nuklir akan menutup sinar matahari, memicu penurunan suhu ekstrem atau nuclear winter.
JAKARTA, Update – Indonesia dinyatakan masuk dalam daftar negara teraman di dunia jika Perang Dunia 3 terjadi.
Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan sejumlah negara, termasuk Iran di Timur Tengah dan sejumlah negara Eropa terkait Greenland, bagaimanapun telah memicu kekhawatiran global akan potensi pecahnya Perang Dunia lagi.
Mengutip KOMPAS.COM, sejak peluncuran nuklir terdeteksi, semua keputusan krusial berlangsung dalam hitungan menit.
Presiden AS misalnya, hanya memiliki sekitar 6 menit untuk memutuskan serangan balasan melalui dokumen rahasia yang dikenal sebagai “Buku Hitam”.
Namun, kehancuran tidak berhenti pada ledakan nuklir semata. Jacobsen mengutip penelitian Profesor Brian Toon, ahli ilmu atmosfer, yang memperingatkan dampak lanjutan justru bisa jauh lebih mematikan.
Debu dan asap dari ledakan nuklir akan menutup sinar matahari, memicu penurunan suhu ekstrem atau nuclear winter.
Akibatnya, banyak wilayah di dunia berpotensi tertutup salju selama bertahun-tahun dan sektor pertanian gagal total.
“Sebagian besar dunia, terutama wilayah lintang tengah, akan tertutup lapisan es. Daerah seperti Iowa dan Ukraina bisa bersalju hingga 10 tahun,” ujar Jacobsen, dikutip dari The Economic Times (22/4/2025).
Dalam kondisi tersebut, rusaknya lapisan ozon juga membuat paparan sinar matahari menjadi berbahaya. Manusia diperkirakan harus hidup di bawah tanah dengan sumber daya yang sangat terbatas.
Jacobsen bahkan menyebut hanya dua negara yang memiliki peluang realistis untuk bertahan hidup dalam skenario terburuk, yakni Selandia Baru dan Australia, karena keduanya dinilai masih mampu menjaga sektor pertanian.
Negara teraman di dunia jika Perang Dunia 3 terjadi
Di luar dua negara tersebut, sejumlah negara lain juga kerap disebut relatif aman jika Perang Dunia 3 benar-benar pecah.
Penilaian mengenai negara teraman di dunia jika Perang Dunia 3 terjadi umumnya didasarkan pada faktor netralitas politik, isolasi geografis, serta minimnya keterlibatan dalam konflik global.
Berikut adalah 10 negara yang sering masuk dalam daftar tersebut:
Swiss
Dikutip dari The Economic Times (24/11/2024), netralitas Swiss telah diakui secara internasional sejak Kongres Wina 1815.
Perlindungan Pegunungan Alpen, status negara terkurung daratan, serta ribuan bunker nuklir membuatnya dinilai sangat siap menghadapi krisis global.
Selandia Baru
Lokasinya yang terpencil di Pasifik Selatan, peringkat tinggi Indeks Perdamaian Global, serta minimnya keterlibatan militer menjadikannya salah satu lokasi paling aman.
Islandia
Pulau terpencil di Atlantik Utara ini minim kepentingan strategis global dan dikenal sebagai salah satu negara paling damai di dunia.
Indonesia
Dikutip dari surat kabar Inggris Metro UK (3/12/2025), Indonesia konsisten menjalankan politik luar negeri “bebas dan aktif” sejak era Presiden pertama, Sukarno.
Posisi sebagai negara kepulauan yang independen membuat Indonesia relatif netral dalam konflik global.
Bhutan
Negara di kawasan Himalaya ini mengedepankan kebijakan Kebahagiaan Nasional Bruto dan minim keterlibatan geopolitik.
Irlandia
Kenetralan Irlandia dan keputusannya untuk tidak bergabung dengan NATO membuatnya dinilai lebih aman dari potensi serangan.
Fiji
Terletak jauh di Samudra Pasifik, dengan sumber daya alam yang melimpah dan konflik geopolitik yang minim.
Australia
Isolasi geografis, populasi yang relatif jarang, serta kekayaan sumber daya alam mendukung ketahanan jangka panjang.
Norwegia
Meski anggota NATO, medan terjal, populasi kecil, dan lokasi Arktik dinilai dapat mengurangi dampak konflik besar.
Chile
Dilindungi Pegunungan Andes dan Samudra Pasifik, Chile memiliki keanekaragaman sumber daya alam dan infrastruktur yang relatif stabil.
Dengan berbagai faktor tersebut, Indonesia dinyatakan masuk dalam daftar negara teraman di dunia jika Perang Dunia 3 terjadi.
Meski begitu, para ahli telah menegaskan bahwa tidak ada satu pun negara yang benar-benar kebal dari dampak konflik nuklir global. ***
/Frans S. Pong, EmitenUpdate.com
