Rumah Hari Ini Harus Tetap Relevan Di Masa Depan, Menguntungkan

JAKARTA, Update – Bank BTN terpanggil untuk terus mendorong terciptanya hunian yang nyaman dan terjangkau, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dirasakan masyarakat banyak
Industri perumahan merupakan sektor yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu perumahan memerlukan ketahanan jangka panjang dan inovasi. Harapannya, rumah yang dibangun hari ini harus tetap relevan dan bernilai di masa depan.
Artinya, nilai jual rumah yang diperoleh hari ini harus bisa memberikan nilai yang baik di masa yang akan datang. Yang kalau dijual bisa memberikan keuntungan kepada si pemilik.
Jadi, rumah yang dibangun harus mengedepankan prinsip keberlanjutan. Melalui dukungan terhadap hunian ramah lingkungan dan terjangkau, pemberdayaan UMKM lokal, serta kolaborasi inovatif yang mendorong efisiensi energi dan pemanfaatan teknologi digital.
Karena itu, BTN terus bertransformasi bergerak menyesuaikan zaman. Bank yang dikenal jagonya terhadap pembiayaan sektor perumahan ini tidak hanya fokus pada pembiayaan perumahan, tapi juga gaya hidup dan bisnis.
Itu diwujudkan dalam satu ekosistem yang terintegrasi berbasis ekosistem dan ternyata menghantar bank ini masuk dalam langkah strategis menggapai peluang pertumbuhan serta mewujudkan fondasi yang kokoh, tata kelola yang baik, menghadapi berbagai dinamika yang ada.
Dari semua itu BTN membukukan nilai yang tidak sedikit. Hingga akhir tahun 2025, BTN mencatatkan total penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai sekitar Rp400,6 triliun hingga Rp555,11 triliun, dengan fokus utama pada sektor perumahan (KPR). Total kredit perumahan kumulatif sejak 1976 telah membiayai 5,97 juta unit rumah dengan nilai Rp555,11 triliun.
Angka “wah” dibukukan bank ini. BTN mampu mencapai target-target yang ditetapkan. Bank pelat merah ini juga peduli terhadap lingkungan hidup. Itu dibuktikan dengan Pembangunan rumah rendah emisi yang diharapkan pada 2026 ini membiayai sebanyak 20.000 unit.
Itu dilakukan untuk meningkatkan porsi pembiayaan berkelanjutan sebagai wujud komitmen perseroan dalam menerapkan praktik perbankan yang ramah lingkungan, green banking.
Catatan EmitenUpdate.com, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk pembangunan 11.000 rumah rendah emisi yang dilakukan oleh berbagai developer di berbagai daerah, contohnya Legok (Banten), Cileungsi (Kabupaten Bogor), Medan, Semarang, Cirebon, dan Bekasi.
Dipastikan, tahun ini bisa mencapai 20.000 rumah rendah emisi, kalau bisa 30.000. Sampai tahun 2029, harapannya dibangun 150.000 unit dan sampai 2030 mencapai 200.000.
BTN pertama kali meluncurkan Program Rumah Rendah Emisi pada kuartal IV-2024 bersama sejumlah developer dengan target pembangunan 1.000 unit rumah rendah emisi dalam tiga bulan yang akhirnya berhasil tercapai.
Program yang kini telah berjalan selama dua tahun tersebut didukung oleh beberapa mitra startup yang memproduksi material atau bahan bangunan ramah lingkungan (eco-friendly) dari sampah plastik yang sudah tidak bernilai.
Sukses yang dicapai BTN karena kerja-kerja cerdas. Kepada developer berprestasi BTN memberikan apresiasi. Bank BTN secara rutin memberikan penghargaan (BTN Awards/Property Awards) kepada developer mitra terbaik atas kontribusi tinggi dalam penyaluran KPR, baik subsidi maupun nonsubsidi.
Apresiasi diberikan atas performa penjualan, kecepatan akad, dan kualitas bangunan, dengan beberapa pemenang pada 2025 termasuk PT Indracipta Purisatria, PT Rachita, dan mitra REI/APERSI/Himperra.
Tak ada kerja yang sia-sia, Bank BTN terus menuai hasil menakjubkan. Data laporan keuangan yang dipublikasikan pada Februari 2026, BTN membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun sepanjang tahun 2025.
Pencapaian laba bersih BTN dipicu oleh pendapatan bunga kredit yang naik 18,8% yoy menjadi Rp26,57 triliun hingga akhir September 2025, lebih tinggi dari kenaikan beban bunga yang sebesar 2,5% yoy menjadi Rp13,81 triliun. Kenaikan beban bunga dapat dijaga stabil seiring dengan upaya perseroan menggencarkan perolehan DPK berbiaya murah.
/Frans S. Pong, Redaktur
