January 16, 2026

Presiden Prabowo Tinjau Bencana Banjir dan Longsor Sumatra

0
Screenshot (2266)

Menggunakan helikopter Presiden Prabowo Subianto tiba dilokasi bencana banjir dan longsor di Sumatra.

TAPANULI, Update – Bencana banjir dan longsor yang melanda sebagian negeri ini menyempatkan Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke daerah dimaksud antar lain di Sumatra, Senin (1/12/2025),

Presiden Prabowo didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan pesawat Kepresidenan mendarat di Bandara Silangit pukul 08,00 wib berganti menaiki helikopter menuju Tapanuli Tengah untuk meninjau lokasi terdampak banjir hingga longsor dan mendarat di Lapangan GOR Pandan, Jalan Dr. Fl. Tobing, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo berharap adanya percepatan pembenahan sarana dan prasarana antara lain ketersediaan listrik, bahan bakar minyak dan lain-lain yang diperlukan.

Dilaporkan, selain melakukan perkunjungan, pemerintah terus memperkuat upaya percepatan penanganan bencana di wilayah terdampak melalui dukungan sarana udara berskala besar.

Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa total 11 helikopter telah dikerahkan dari Jakarta menuju wilayah terdampak.

“Sampai dengan hari ini, pemerintah telah mengirimkan total 11 helikopter TNI dan Basarnas dari Jakarta ke lokasi daerah terdampak bencana,” tulis Seskab Teddy dalam keterangannya pada Sabtu, 29 November 2025.

Menurut Seskab Teddy, sebanyak 9 helikopter telah berada di lokasi sejak 26 November 2025. Helikopter tersebut secara simultan menjalankan operasi distribusi bantuan serta pemantauan dampak bencana.

“Sembilan helikopter sudah berada di lokasi sejak tanggal 26 November 2025 dan dua helikopter tambahan telah terbang ke Aceh dari Jakarta pagi ini,” katanya.

Lebih lanjut, Seskab menjelaskan bahwa seluruh helikopter tersebut difokuskan untuk operasi distribusi logistik secara terus-menerus, terutama menuju daerah-daerah terdalam dan kawasan yang akses daratnya terputus. Seluruh operasi udara, menurutnya, dilakukan dengan mengutamakan faktor keselamatan dan kondisi cuaca sebagai pertimbangan utama.

“Helikopter-helikopter ini terbang di lokasi sekitar bencana untuk terus-menerus mendistribusikan logistik, terutama di daerah terdalam serta di daerah yang jalur daratnya terputus. Serta terus memperhatikan faktor cuaca sebagai pertimbangan utama dalam upaya penanganan bencana ini,” tandasnya.

Frans S. Pong, Redaktur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *