Mengapa DIA yang Datang, Pdt. Paul A.J. Waney: Gembala-gembala Tidak Bisa Dipercaya

JAKARTA, Update – Keluarga Besar Kantor Majelis Sinode GPIB melaksanakan Ibadah Syukur Natal Kristus 2025 & Tahun Anugerah Tuhan 2026, Jumat, 9 Januari 2026 di GPIB Jemaat PAULUS Jakarta Pusat.
Pelayan Firman dalam ibadah yang berlangsung khusuk dilayani oleh Pendeta Paul A.J. Waney mengangkat Tema: ”Siapakah Dia, dan yang Dia Lakukan?” menyoroti soal gembala-gembala yang tidak bisa dipercaya.


”Mengapa DIA yang datang ke dunia karena gembala-gembala tidak bisa lagi dipercaya dan prihatin dengan masalah penggembalaan,” ungkap Pendeta Waney dalam ibadah yang juga dihadiri Fungsionaris Majelis Sinode (FMS) 21 dan FMS 22.
Dikatakan, Yesus sendiri datang ke dunia ini sangat kuatir dengan penggembalaan dan itu juga menjadi sorotan di tahun 2026 ini. ”Kita melihat saudara-saudara kita seiman, makan rumput diluar akhirnya rusak, seperti apa rumput diluar itu korupsi, perjudian, penipuan, hoax, semua bisa mengenyangkan kita tapi racun,” katanya.
Pendeta Waney mengajak presbiter yakni Pendeta, Diaken dan Penatua untuk koreksi diri masing-masing apakah sudah dalam posisi yang benar dihadapan Allah sebagai pelayan-Nya.
“Kita presbiter perlu juga bertanya kepada diri masing-masing, dimanakah posisi kita dalam hubungan Tuhan, apakah sudah keluar dari rel sudah jarang berdoa, jarang baca Alkitab, apakah kita tak merindukan lagi Tuhan,” tutur Pendeta Waney.
“Kita tidak menyediakan Waktu untuk Tuhan lagi, kita perlahan-lahan hanyut dengan keinginan daging kita”, atau sebaliknya: “Sering membaca Alkitab, tetapi hanya sampai dibaca saja, tidak berusaha melakukannya, maka kita perlu klik tombol refresh pada layer hidup kita dan start Kembali dalam relasi yang dekat dengan Tuhan.”
“Kita kira kebebasan ditemukan dalam menciptakan jalan kita sendiri dalam menjalani hidup ini. Tapi kenyataan berapa sering mengalami bebas dari ketegangan hidup,bebar juga dari hal yang membuat kita capek sekali dalam pekerjaan kita, bebas dari keterbatasan hidup dari tekanan hidup kita masih menemukan diri kita jatuh lagi dalam perbudakan bentuk baru.”
”Realitas hidup ini mengatakan kita akan mengalami berbagai bentuk lembah kekelaman dalam hidup kita, datang ujian datang pencobaan, orang yang kita kasihi meninggal, putus kerja ini lembah kekelaman.” /ans
