Ramai Soal AI, yang Disebut Berpotensi Dehumanisasi

ad-ins.com
JAKARTA, Update – Portal Berita TEMPO.CO menurunkan berita dengan judul ”Menteri Agama: AI Tanpa Panduan Agama Berpotensi Dehumanisasi” mendapat banyak tanggapan netizen. Farhan Einsten, misalnya, tidak melihat hubungan AI dengan dehumanisasi. ”AI aja niru manusia… dehumanisasi apaan?” kata Farhan Einsten
Dehumanisasi justru banyak terjadi di negara yg beragama. Timur Tengah hampir nggak pernah. Negara2 yg unggul AI malah damai, spt Jepang, China , Korea, negara Skandinavia dll
Memakai paduan agama juga terjadi dehumanisasi kok. Lugat aja kejadian sehari hari dari perilaku dari kaum yg selalu meneror dan mengintimidasi melakukan tindakan intoleransi kpd kelompok lain
Pak Menteri Agama Islam ini aneh2 saja….
Saya nanya Mbak Meta apa saja soal Islam dia bisa jawab detail…..kalah ustad sy dulu..
Netizen lainnya, Muhammad Farhan menyebutkan bahwa jika AI digunakan untuk tujuan edukasi, medis, atau keamanan, maka diperbolehkan berdasarkan kaidah al-hajah tunazzalu manzilata ad-dharurah dalam hal kebutuhan mendesak.
Yang diharamkan adalah penipuan visual (deepfake) atau konten amoral karena melanggar prinsip Sadd ad-Dzari’ah. Menurut Farhan, Kecerdasan Buatan (AI) dalam Perspektif Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah Instrumen, Al itu Alat.
Tanggung Jawab secara hukum soal AI dibebankan kepada pengembang (developer) atau pengguna (user), sesuai kaidah al-ghurmu bi al-ghunmi (risiko berbanding lurus dengan manfaat).
Sementara itu, Ridwan Fauzi mengatakan, AI itu pembodohan massal. Senada dengan Ridwan Fauzi, Albert Latuperissa mengatakan, masih banyak persoalan umat yang butuh perhatian serius, dari sekadar soal AI.
Tanggapan dari Xga Pasukan Jihad soal penggunaan AI, tergantung nahkodanya dalam menggunakan teknologi AI. Ia mencontohkan dana haji yang dikorup. ”Toh ada tuh udah Menteri Agama tapi juga korupsi bahkan dana haji lagi,” papar Xga Pasukan Jihad.
AI itu lahir atas respond manusia thd keadaan jaman yang serba berakal sehat, rasional, logis dan berorientasi pada fakta ilmiah bukan narasi narasi agama abusurb
AI itu sangat meresahkan…. keburukannya lebih banyak ketimbang manfaatnya…
Ai tanpa panduan etika dan norma
/fsp
