Manuver BTN di 2026, Tetap Menjadi Terdepan….

JAKARTA, Update – Gairah menata bisnis tak pernah lekang dari Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama Bank BTN. Ia berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para nasabah dan debiturnya. Alhasil, apa yang dilakukan memberikan hasil maksismal bagi Perusahaan.
Bank dengan kode dagang di lantai bursa (BBTN ini membukukan capaian kinclong sepanjang periode Januari-September 2025, baik dari sisi pencapaian laba bersih, penyaluran kredit, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), maupun peningkatan aset.

Kata Nixon, ini bukti transformasi yang dijalankan BTN berhasil membawa dampak yang positif terhadap kinerja bisnis perseroan. Pada kuartal III-2025, BTN berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,3 triliun, bertumbuh double-digit sebesar 10,6% year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,08 triliun.
“Pencapaian laba bersih BTN dipicu oleh pendapatan bunga kredit yang naik 18,8% yoy menjadi Rp26,57 triliun hingga akhir September 2025, lebih tinggi dari kenaikan beban bunga yang sebesar 2,5% yoy menjadi Rp13,81 triliun. Kenaikan beban bunga dapat dijaga stabil seiring dengan upaya perseroan menggencarkan perolehan DPK berbiaya murah,” tutur Nixon.
Peduli kepada nasabah juga intens dilakukan Bank BUMN ini. Dikatakan, jika ada pengaduan dari nasabah atau debitur mengenai layanan Bank BTN, seperti penyelesaian sertifikat, perseroan akan menindaklanjuti dengan cepat dan ramah.
“Penyerahan sertifikat hari ini kepada konsumen KPR BTN di Perumahan Abdi Negara, Kabupaten Bandung merupakan bentuk komitmen Bank BTN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada debitur Bank BTN,” kata Nixon.
Nixon menyatakan, sebenarnya tanggung jawab penerbitan sertifikat ada pada developer. Namun karena komitmen Bank BTN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah, perseroan secara maksimal dan aktif terlibat dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Yang perlu diketahui dan dimengerti nasabah atau debitur bahwa penerbitan sertifikat merupakan tanggung jawab dari developer. Bank BTN ikut menjembatani agar sertifikat bisa cepat didapat oleh nasabah,” ujar Nixon.
Diakuinya, ada beberapa developer yang bermasalah sehingga di lapangan ada sertifikat yang harusnya sudah selesai tetapi belum diselesaikan ketika KPR sudah lunas.
Bank BTN, kata Nixon, serius menangani pengaduan nasabah terkait keterlambatan penyerahan sertifikat dengan membentuk Tim Task Force Penyelesaian Sertifikat.
Catatan EmiteUpdate.com, BTN telah menjadi penyalur Kredit Pemilikan Rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR Sejahtera FLPP) terbesar secara nasional dengan total realisasi mencapai 128.608 unit rumah subsidi atau setara 46,7% dari total penyaluran nasional sebanyak 270.985 unit hingga 22 Desember 2025.
Mengulik Data BP Tapera, BTN menjadi bank penyalur KPR FLPP Sejahtera dengan realisasi penyaluran tertinggi di antara 39 bank penyalur dengan rumah yang dibangun oleh 8.058 pengembang yang terdiri dari 13.118 perumahan yang tersebar di 33 provinsi di 401 kabupaten/kota.
Manuver BTN selalu memberi makna. Lihat saja anak usaha bank ini, yakni PT Bank Syariah Nasional (BSN) menjadi penyalur terbesar kedua dengan total realisasi penyaluran sebanyak 59.463 unit saat BSN masih berupa Unit Usaha Syariah (BTN Syariah). Secara total, penyaluran oleh BTN dan BSN mencapai 188.071.
Kerja cerdas yang tidak sia-sia dan mendapat apresisi dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Ia optimis BTN untuk dapat mendukung target nasional pada tahun 2026 yang ditetapkan pemerintah sebanyak 350.000 unit.
Bagaimana di 2026
Ada pertanyaan bagaimana BTN di tahun 2026. Masih mampukah bank ini menjadi yang terdepan.
Info menyebutkan, BTN masih akan menjadi bank penyalur KPR Subsidi terbesar secara nasional dan portofolio KPR Subsidi saat ini yang mencapai 64% dari total portofolio KPR BTN.
Optimisme bank ini luar biasa, harapannya pertumbuhan KPR Subsidi tetap stabil sebagaimana tahun 2025 dan diharapkan permintaan KPR akan meningkat pada tahun 2026 seiring dengan meningkatnya kebutuhan rumah layak dan terjangkau bagi MBR.
Terus bergerak meraih pasar dilakukan BTN di tengah beragam tantangan seperti faktor cuaca yang kurang baik yang seringkali menghambat pembangunan proyek perumahan dan kendala perizinan di lapangan.
Lalu bagaimana dengan pertumbuhan kreditnya? Ehm,…bank BTN sangat bergairah menyalurkan kredit. Bank ini telah menetapkan target pertumbuhan kreditnya untuk tahun 2026 di level 10% – 12%. Wow,…angka yang cukup optimistic.
Gairah itu kata Nixon dalam suatu kesempatan, bisa dicapai karena karena dua mesin pertumbuhan kredit yakni fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan kredit program perumahan (KPP). Diyakini bahwa pertumbuhan kredit bisa naik.
Dan untuk dana kelolaan, Nixon menargetkan dana pihak ketiga (DPK) bank bisa tumbuh lebih masif.
Ambisi BTN terus menyala. Itu dapat dilihat dengan memperkuat strategi penghimpunan dana murah pada semester II 2025 dengan mengonsolidasikan pengelolaan DPK.
BTN terus memperluas akuisisi berbasis ekosistem bisnis, serta mengakselerasi keterhubungan produk digital seperti Bale by BTN dan Bale Korpora by BTN untuk mendukung loyalitas nasabah berbasis transaksi.
Catatan resmi menyebutkan, hingga akhir Mei 2025, DPK segmen retail BTN tercatat sebesar Rp65,65 triliun atau sekitar 93,5% dari target semester berjalan.
Perusahaan terus memberikan hasil yang terbaik. Kontribusi DPK BTN masih didominasi tabungan institusi, sementara pertumbuhan dana ritel individu—terutama dari tabungan transaksional—memiliki ruang yang besar untuk peningkatan.
/Frans S. Pong, Redaktur EmitenUpdate.com
