Alot, Persidangan Sinode GPI di Jakarta, Komitmen untuk Memberi yang Terbaik

Ketua Umum PGI, Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty menerima tanda mata dari Pdt. Liesye Sumampouw, dari BPP PGI.
JAKARTA, Update – Komitmen Sinode Am Gereja Protestan di Indonesia adalah terus melakukan transformasi, baik terhadap perkembangan zaman maupun terhadap kepedulian kebaikan insan GPI itu sendiri. Itu sangat dirasakan pada sidang yang digelar Kamis (04/12/2025) yang berjalan cukup alot.
Peserta tidak hanya larut pada hal-hal perkembangan digitalisasi yang memang sangat menunjang pelayanan tapi juga soal hal-hal lahiriah menyangkut keberadaan pendeta-pendeta dan keluarganya, semisal, kesulitan untuk studi pendeta dan anak-anak pendeta dan bahasan soal iuran dan asset.


Event Sidang Majelis Sinode Am GPI yang digelar di Kebayoran Park Hotel, Jakarta 2 – 5 Desember 2025 dihadiri 12 Gereja bagian Mandiri (GBM) tersebut bahkan dalam kesempatan persidangan tersebut Ketua Umum PGI, Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty dan turut serta menyampaikan sambutan.
Peserta siding antusias menyelesaikan sesi-sesi Sidang Komisi yang salah satu agendanya membahas Sintesis & Ideasi Strategis dan masuk kedalam Rapat Konsolidasi Komisi berlanjut pada sidang Pleno untuk Pengambilan Keputusan.
Tokoh-tokoh senior GPI dalam kesempatan antara lain Pendeta Semuel Haq, Pendeta Rudy Ririhena dan Pendeta Lisye Sumampouw sangat memberikan kontribusi dalam persidangan tersebut. Cukup banyak masukan yang disampaikan ketiga hamba Tuhan tersebut.


Pada moment pembukaan persidangan Selasa (02 Desember 2025) Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri persidangan tersebut dan menyampaikan sambutannya agar persidangan tersebut menjadi ruang refleksi besar bagi perjalanan pelayanan Gereja Protestan di Indonesia dan terus memperkuat relevansi gereja di tengah cepatnya dinamika sosial masyarakat.
Dikatakan, kehadiran GPI memiliki peran penting sebagai pilar moral di tengah pesatnya perkembangan kota. Ia menyampaikan bahwa gereja perlu terus adaptif agar pelayanan tetap menyatu dengan kebutuhan jemaat yang berubah dari waktu ke waktu.


Wagub Rano Karno dalam kesempatan itu menilai Jakarta sebagai kota multikultural memerlukan lembaga keagamaan yang mampu menjembatani keberagaman dengan pendekatan yang bijaksana dan berpihak pada kepentingan publik.
Menunjuk tema ”Ujilah Segala Sesuatu dan Peganglah yang Baik” Rano Karno mengingatkan bahwa perubahan zaman harus disikapi secara baik oleh gereja dan terus memberi makna bagi sesama.
Sinode GPI Papua dalam kesempatan itu mengusulkan anatara lain untuk merumuskan 3 strategi advokasi proaktif untuk isu keadilan dan pelestsrian kearifan lokal di Papua dan memposisikan Sinode di Fakfak sebagai pusat koordinasi diakonia strategis untuk stabilitas regional.
Sinode GMIM mengusulkan proposal resmi Tata Dasar GPI di SSA 2025 yang mengakui otonomi penuh GBM dalam pelayanan diaspora dan memimpin kelompok kerja GBM mayor (GMIM, GPIB dan GPM) untuk mendefenisikan ulang ”Persekutuan Penuh” sebagai aliansi kemitraan strategis.
Hari ini tanggal 5 Desember 2025 adalah hari terakhir persidangan yang akan dilakukan ibadah penutupan yang dirangkai dengan pelaksanaan ibadah Perjamuan Kudus.
Peserta Sidang Majelis Sinode Am ini merupakan utusan sinode-sinode gereja yang merupakan anggota Gereja Protestan di Indonesia (GPI) adalah sebagai berikut:
- Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) berdiri 30 September 1934.
- Gereja Protestan Maluku (GPM) berdiri 6 September 1935.
- Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) berdiri 31 Oktober 1947.
- Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) berdiri 31 Oktober 1948.
- Gereja Protestan Indonesia Donggala (GPID) mandiri secara resmi pada 4 April 1965.
- Gereja Protestan Indonesia di Buol Tolitoli (GPIBT) mandiri secara resmi pada 18 April 1965.
- Gereja Protestan Indonesia di Gorontalo (GPIG) mandiri secara resmi pada 18 Juli 1965.
- Gereja Kristen di Luwuk Banggai (GKLB) berdiri 27 Januari 1966.
- Gereja Protestan Indonesia di Papua (GPI Papua) berdiri 25 Mei 1985.
- Gereja Protestan Indonesia di Banggai Kepulauan (GPIBK) berdiri 3 Februari 2000.
- Indonesian Evangelical Christian Church (IECC) bagian dari GBM GPI pada tahun 1998
- Gereja Masehi Injili Talaud (GERMITA) berdiri 23 Oktober 1997
/fsp
