Semua Orang Butuh Rumah, Siapapun Dia Pasti Merindukan Rumah Idaman

Rumah adalah segalanya: Tempat merajut kebersamaan dengan keluarga dan berkreasi....
JAKARTA, Update – Semua orang pasti butuh rumah. Siapapun dia pasti merindukan sebuah rumah idaman. Yang pasti rumah bukan sekadar bangunan fisik. Rumah adalah segalanya, tempat berteduh, bertutur sapa dengan keluarga.
Tak heran kalau Bank BTN sangat peduli dengan menghadirkan rumah yang layak huni bagi sesama. Kepedulian itu diwujudkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berkolaborasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Bagaimana mewujudkan itu? BTN dan PPATK melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melakukan Bedah Rumah bertajuk “Rumah Bersih, Keuangan Bersih”.
Seperti disampaikan Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu bahwa manuver BTN dan PPATK ini sejalan dengan peringatan 23 tahun rezim Anti Pencucian Uang (APU), Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT), serta Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPPSPM) di Indonesia.
Selama lebih dari dua dekade, PPATK bersama para pemangku kepentingan telah menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas sistem keuangan nasional.

“Bagi BTN, semangat ini sejalan dengan peran kami sebagai bank pembiayaan perumahan nasional. Kami tidak hanya berkomitmen memperluas akses kepemilikan rumah, tetapi juga memastikan setiap proses pembangunan dilakukan dengan tata kelola yang baik, transparan, dan berintegritas,” ujar Nixon dalam suatu kesempatan.
Menurut dia, rumah merupakan fondasi kehidupan yang layak, sehat, dan bermartabat. Oleh karena itu, BTN memandang penting kolaborasi dengan PPATK agar pembangunan perumahan berjalan seiring dengan penguatan integritas keuangan.
Dikatakn, program bedah rumah ini sekaligus menjadi dukungan nyata BTN terhadap Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, khususnya target penyediaan tiga juta unit rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Apakah mudah mewujudkan itu? Diakui Nixon ada tantangan yang harus dihadapi. Tantangan apakah itu? Tantangan Adalah bagaimana memenuhi kebutuhan rumah layak huni.
Disampaikan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), di Jawa Barat baru sekitar 54,17 persen rumah tangga yang menempati rumah layak huni, sementara sekitar 45,83 persen lainnya masih tinggal di hunian yang belum memenuhi standar kelayakan. Nah,…
Karena itu, melalui program Bedah Rumah “Rumah Bersih, Keuangan Bersih”, BTN dan PPATK menghadirkan solusi konkret di tengah masyarakat. Program ini bertujuan memperbaiki rumah tidak layak huni agar menjadi hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman.
Bisnis Perumahan
Tidak hanya berkutat diranah sosial. Diranah bisnis Bank BTN yang dikenal sangat antusias menggarap bisnis perumahan terus membukukan pemasukan keuntungan yang tidak sedikit.
Situs Bank Milik Negara ini menyebutkan, BTN berhasil membukukan kinerja gemilang sepanjang periode Januari-September 2025, baik dari sisi pencapaian laba bersih, penyaluran kredit, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), maupun peningkatan aset.
Hal ini membuktikan transformasi yang dijalankan BTN berhasil membawa dampak yang positif terhadap kinerja bisnis perseroan.
Pada kuartal III-2025, BTN berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,3 triliun, bertumbuh double-digit sebesar 10,6% year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,08 triliun.
Pencapaian laba bersih BTN dipicu oleh pendapatan bunga kredit yang naik 18,8% yoy menjadi Rp26,57 triliun hingga akhir September 2025, lebih tinggi dari kenaikan beban bunga yang sebesar 2,5% yoy menjadi Rp13,81 triliun. Kenaikan beban bunga dapat dijaga stabil seiring dengan upaya perseroan menggencarkan perolehan DPK berbiaya murah.
Frans S. Pong, Redaktur EmitenUpdate.com
