JAKARTA, Emiten – Kabar gembira dari Bank Indonesia (BI) bahwa ekonomi Indonesia akan pulih dan tumbuh lebih tinggi pada 2022 dibanding tahun ini yang diperkirakan 3,4-4%. Ekonomi Indonesia akan tumbuh pada kisaran 4,7-5,5% pada tahun 2022.

“Indonesia, ekonomi akan pulih pada 2022. Insyaallah pertumbuhan akan lebih tinggi mencapai 4,7-5,5% pada 2022 dari 3,4-4% di tahun ini,” kata Perry dalam acara Pertemuan Tahunan BI, Rabu (24/11). 

Disampaikan, kinerja pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 yang akan bangkit didorong oleh sinergi dan koordinasi yang erat semua pihak untuk bertahan dan bangkit dari pandemi Covid-19. Pertumbuhan ekonomi juga akan disokong oleh perbaikan ekonomi global.

Dampaknya, kata Perry, akan berdampak pada kinerja ekspor yang melanjutkan tren kinerja positif. Pertumbuhan juga akan didorong oleh kinerja investasi yang meningkat, didukung oleh percepatan vaksinasi Covid-19, pembukaan sektor ekonomi, dan berlanjutnya stimulus kebijakan, baik fiskal maupun moneter.

“Tingkat inflasi pun akan tetap terkendali pada 2022 dan terjaga pada kisaran 2-4%. Tingkat inflasi yang terjaga ini didukung oleh pasokan barang yang tetap memadai, respon kebijakan BI, serta koordinasi yang baik oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah” tandas Perry.

Indikator lainnya terkait stabilitas nilai tukar rupiah akan tetap dijaga sesuai dengan komitmen kuat BI di tengah normalisasi kebijakan moneter the Fed, bank sentral di Amerika Serikat. Kemudian, defisit transaksi berjalan di tahun depan juga diperkirakan stabil sebesar 1,5% terhadap PDB.

“Cadangan devisa meningkat, stabilitas sistem keuangan terjaga, kecukupan modal tinggi, likuiditas melimpah, dana pihak ketiga dan kredit akan tumbuh masing-masing 7% sampai 9% dan 6 sampai 8% pada tahun 2022,” papar dia. ***

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.