JAKARTA, Emiten – Jika memang harga keekonomian tes polymerase chain reaction atau (PCR) jauh lebih rendah ketimbang tarif yang selama ini dikenakan kepada rakyat, maka ada potensi skandal besar yang terjadi.

“Ini dapat disebut sebagai tragedi kemanusiaan. Pemerintah seharusnya tidak menutup mata dengan tarif tes PCR yang begitu mahal selama ini . Jika ini terus dibiarkan, sama saja pemerintah membiarkan kepentingan bisnis mengeruk untung yang tidak manusiawi di atas penderitaan rakyat,” ungkap Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan sebagaimana situs MPR RI memberitakan baru-baru ini.

Syarief mengharapkan dan meminta dengan tegas kepada pemerintah untuk serius audit tarif tes PCR. Jika memang ada skandal hukum yang terjadi atau azaz pemanfaatan situasi, maka tentu ini harus diusut tuntas dan dibuka kepada publik.

Sederet nama besar terafiliasi dalam jejaring bisnis tes PCR. Setelah Luhut Binsar Pandjaitan dan keluarga Erick Thohir, ada pula nama Enggartiasto Lukita. Seperti diberitakan TEMPO.C0.

Menteri Perdagangan era Kabinet Indonesia Kerja yang menjabat pada periode 2016-2019 itu disebut-sebut merupakan pendiri PT Inti Bios Persada Sejahtera. Inti Bios Persada Sejahtera mengoperasikan laboratorium PCR bernama Intibios Klinik yang tersebar di Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Jakarta.

Dalam dokumen perusahaan seperti yang ditulis oleh Majalah Tempo edisi 1-7 Mei, Intibios dibentuk dengan modal awal Rp 5 miliar. Penyetor saham terbesar senilai Rp 3,2 miliar adalah PT Anugerah Perkasa Investama. /ans

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.