Jakarta, EmitenUpdate.com – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) hingga Mei 2021 telah memperoleh 25% kontrak baru dari target tahun ini Rp 8,02 triliun. Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Beton, Yuherni Sisdwi R mengatakan, kontrak baru yang diperoleh perseroan hingga Mei 2021 mencapai Rp 1,99 triliun.

Kontrak ini terdiri atas High Speed Railway sebesar Rp 666,57 miliar serta Jalan Tol Serpong-Balaraja sebesar Rp 88,97 miliar. “Kemudian, juga terdapat dari proyek Pengaman Muara Sungai Bogowonto sebesar Rp 80,14 miliar serta proyek lainnya,” ujar Yuherni sebagaimana dikutip Investor Daily, Selasa (8/6).

Wijaya Karya Beton pada tahun 2020 melakukan penyusulan ulang beberapa target kinerja, salah satunya kontrak baru yang sebelumnya sebesar Rp 11,47 triliun diubah menjadi Rp 5,25 triliun. Perolehan kontrak baru hingga Desember 2020 didominasi oleh proyek di bidang infrastruktur sebesar 72,87%, disusul proyek di sektor energi 12,26%, kemudian sisanya berasal dari sektor properti, pertambangan dan industri masing-masing menyumbang sebesar 8,84%, 4,97%, dan 1,07%.

Proyek-proyek tersebut di antaranya adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung, RKEF Smelter Nikel, Dermaga Patimban, RDMP Balikpapan, Pembangunan Jalur Kabel Optik Semarang, Terminal Kijing, Tol Indrapura–Kisaran, Pengaman Muara Sungai Bogowonto, Tol Tebing Tinggi–Parapat, dan Jakarta International Stadium. Belanja Modal Lebih lanjut, perseroan pada tahun 2021 menganggarkan belanja modal sebesar Rp 567 miliar, dan hingga kuartal I-2021 sudah terserap Rp 3 miliar. Adapun capex akan digunakan untuk kebutuhan pengembangan pabrik existing. “Sumber capex berasal dari fasilitas pendanaan perbankan,” ujar Yuherni.

Karya Beton melalui anak usahanya PT Citra Lautan Teduh (CLT) resmi melakukan ekspor perdana tiang pancang ke Taiwan. Perseroan berhasil memenangkan tender setelah bersaing dengan sejumlah eksportir dari negara lain di Asia Tenggara seperti Vietnam dan Malaysia pada awal 2021. Yuherni mengatakan, produk yang diekspor merupakan tiang pancang atau spun pile dengan diameter 300 mm dan panjang 8 meter.

Produk ini akan digunakan dalam proyek infrastruktur yang sedang digalakkan oleh pemerintah Taiwan. Untuk ekspor perdana kali ini, pihak Taiwan akan melakukan tes pile kepada produk yang dikirim. “Tes pile ini perlu dilakukan untuk memastikan kesesuaian syarat dan spesifikasi produk dengan kebutuhan proyek.

Setelah lolos tes pile produk, maka Wika Beton melalui CLT akan mendapatkan kontrak penuh proyek tersebut,” kata dia dalam keterangan resmi. Menurut Yuherini, salah satu alasan terkuat pemenangan CLT pada tender ini adalah besaran kapasitas produksi yang terjamin.

Kegiatan ekspor produk CLT ini merupakan salah satu perwujudan visi perseroan untuk menjadi perusahaan terkemuka dalam bidang engineering, production, installation (EPI) industri beton di Asia Tenggara. Sebagai informasi, CLT merupakan anak usaha Wika Beton yang didirikan di Batam pada 23 Agustus 1990. Dalam perjalanan bisnisnya, Wika Beton tercatat mengakuisisi 90% saham CLT pada 12 September 2014 dan dilanjutkan pada 5 Desember 2014, sehingga kepemilikan saham CLT oleh perseroan meningkat menjadi sebesar 99,50%. /***

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.