JAKARTA, Update – Pada penutupan Senin (11/7) sore ini, mata uang Rupiah kembali menguat 4 poin walaupun sebelumnya sempat menguat 15 poin di level Rp 14.975 dari penutupan sebelumnya di level Rp 14.978.

Dilansir Investor.id Senin (11/7/), untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan  dibuka  berfluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 14.960-14.990,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Disebutkan, penguatan Rupiah terjadi di tengah gonjang-ganjing ekonomi global akan terjadi resesi akibat harga-harga komoditas yang melambung tinggi, menyebabkan tingginya inflasi sehingga Bank Sentral global menaikkan suku bunga yang berdampak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami kontraksi yang membuat negara-negara maju, berkembang serta negara-negara miskin mengalami kontraksi ekonomi.

Namun dalam kondisi carut marut seperti itu, salah satu negara berkembang yaitu Indonesia, ekonominya tetap kuat dalam menghadapi ancaman yang datang dari eksternal. Indikasi ini bisa dilihat dari data ekonomi domestik yang menunjukan perbaikan. ***

Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia naik US$ 800 juta menjadi US$ 136,4 miliar pada Juni 2022. Posisi cadangan devisa Juni 2022 menjadi yang tertinggi sejak bulan Maret 2022. Kendati terjadi outflows tetapi peningkatan cadangan devisa disebabkan oleh penerbitan global bond serta penerimaan pajak dan jasa.

Kemudian dari sisi rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), meski terjadi penurunan secara bulanan sebesar 0,7 poin, tetapi angka IKK menunjukkan bahwa konsumen tetap optimis. Dari enam sub-indeks IKK hanya dua sub-indeks yang mengalami penurunan yaitu sub-indeks untuk kondisi ekonomi saat ini dan pendapatan saat ini.

Sementara itu, optimisme konsumen terhadap outlook ekonomi, ekspektasi pendapatan 6 bulan ke depan, ketersediaan lapangan kerja dibanding 6 bulan lalu serta ekspektasi ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang masih menunjukkan peningkatan.

Gejolak yang dialami oleh pasar keuangan Tanah Air masih tak bisa dilepaskan dari kondisi eksternal yang memang belum mendukung, namun pemerintah dan Bank Indonesia oftimis bisa menanggulangi Bersama-sama sehingga gejolak ekternal masih bisa di redam dengan data fundamental yang kuat.

Sedangkan, Dolar AS menguat terhadap mata uang lainnya pada Senin, penyebabnya adalah kekhawatiran pertumbuhan global membantu safe-haven dolar naik lebih luas. Sedangkan patokan imbal hasil Treasury AS 10-tahun stabil di dekat level tertinggi lebih dari satu minggu sesi sebelumnya. ***

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.