JAKARTA, Emiten – Tidak berdiam diri meratapi pandemi yang masih mewabah. Manajemen PT Metro Realty Tbk (MTSM) terus melakukan upaya-upaya agar perseroan terus semakin baik kedepan.

Seperti disampaikan Presiden Direktur MTSM Rosemary Maruli bahwa pihaknya terus mencari para penyewa baru agar dapat membuka usaha mereka di pusat-pusat perkantoran dan pusat perbelanjaan yang dikelola perseroan termasuk mencari mitra usaha.

“Kemitraan berlangsung di mana para tenant itu masih membutuhkan tempat untuk berdagang dan berusaha. Sementara itu, perseroan masih menyediakan tempat berdagang dan berusaha dengan berbagai fasilitas yang memadai,” kata Rosemary dalam acara paparan publik di Jakartra, Jumat (03/12).

Menurutnya, salah satu fasilitas yang diberikan perseroan adalah harga sewa yang mengalami diskon yang cukup signifikan dan cara pembayaran yang lebih lunak. Hanya saja, kata Rosemary,  tidak semua diskon diberlakukan sama.

Perseroan juga berupaya mencari para tenant yang merupakan generasi muda yang membuka usaha, baik secara online maupun offline agar mereka dapat memahami bahwa kemitraan yang kami realisasikan ini merupakan sebuah kesempatan baik agar dapat terus mempertahankan usaha mereka pasca pandemi ini nanti.

Dikatakan, tidak semua tenant yang memahami sistem usaha online tersebut sehingga mereka masih berupaya menjalankan bisnis secara offline atau tatap muka. Karena itu, para tenant yang seperti ini, kami rangkul dan kami jadikan mitra dalam berbisnis.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan MTSM, Sukardi mengatakan, saham Metro yang sempat naik signifikan diakuinya bulkan karena ada permainan dari perusahaan. “Saya pikir itu pemain di pasar yang senang menggoreng-goreng saham,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, belum lama ini saham Metro Realty sempat naik tinggi dari Rp100 lebih hingga mencapai nilai Rp400 lebih di pasar modal.

Menjawab pertanyaan soal Capex perseroan pada 2022, Sukardi mengatakan, belum ada rencana untuk melakukan aksi korporasi (corporate action), sehingga perseroan pada tahun depan masih belum mengalokasikan belanja barang modal (capital expenditure/capex).

Dikatakan, dana internal nantinya hanya akan digunakan untuk membiayai berbagai perbaikan gedung-gedung serta membiayai berbagai keperluan. Upaya ini dilakukan manajemen perseroan agar nilai bottom line perseroan yang hingga kini maish negatif dapat dikurangi sedikit demi sedikit.

“Upaya strategis ini dilakukan secara berkesinambungan agar dapat berdampak positif bagi kinerja perseroan ke depan,” imbuh Sukardi. /fsp 

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.