JAKARTA, EmitenUpdate.com – Bagaimana menata keuangan bagi kaum muda dibahas secara cerdas dalam sebuah zoominar “Millennials Be Smart To Spend Your Money” oleh Steven G. Tunas, Praktisi Pasar Modal dan Investment belum lama ini. Acara yang diselenggarakan oleh Panitia Renovasi Sekolah YAPENDIK Fajar Sion Jakarta ini cukup diminati kawula muda, bahkan beberapa diantara peserta adalah dari kaum ibu dan bapak.

Acara yang diarahkan oleh moderator Rebecca Rumambi dengan Media Partners SANUR FM dan PMK UNPAD ini berjalan mulus memberi banyak pencerahan bagi  Millennials, bagaimana seharusnya untuk mengambil sikap melakukan dan mengelola keuangan sejak diri.

Steven Tunas mengatakan, gaya hidup yang dinamis ditambah minimnya pengetahuan pengelolaan keuangan membuat Millennials­ merasa sulit untuk mengatur keuangan. Sebagian Millennials­ juga masih sulit mengatur keuangannya sesuai skala priotitas.

Jadi, kata Steven, perlunya mengetahui bagaimana mengelola keuangan pribadi dan keluarga apalagi di masa pandemi seperti saat ini. Caranya, mengurangi pengeluaran dan hidup sederhana.  Dan sedapat mungkin memiliki penghasilan baru atau usaha sampingan bisa menjadi Penulis Konten, Affiliate Marketing, Youtuber, Video Creator dll.

Attamimi Halilintar, youtuber terkaya nomor 8 di dunia bisa mendapatkan uang miliaran dari hasil Clothing Line, AHHA Publishing, Toko Ole-ole, Iklan dll. Sejak usia 13 tahun saja ia bisa membukukan omzet Rp 1 miliar.  Dan kini ia bisa mencapai pendapatan Rp21 miliar, Baim Wong yang juga telah mencatatkan miliaran penghasilan dari karya-karya digitalnya, sementara Nadiem Makariem sukses bangun Gojek.

Potensi Millennials di Indonesia untuk berkembang cukup terbuka luas. Itu karena mereka bekerja cerdas dan cepat, mudah beradaptasi dan bekerja lebih efektif, bisa apa saja terbiasa multitasking dan mampu melakukan 2-3 pekerjaan sekaligus.

Di tahun 2020 tercatat penduduk Indonesia 34% merupakan kaum Millennials dan akan terus mendominasi hingga tahun 2035. Perilaku kaum Millennials ini merupakan pengguna internet lebih dari 7 jam sehari.   

Steven Tunas juga mengajak kaum muda mau menjadikan menabung sebagai kebutuhan. Jangan menabung apa yang tersisa, tapi habiskan apa yang tersisa setelah menabung. Berani untuk menunda kesenangan kecil demi kesenangan yang lebih besar. Melunasi semua utang konsumtif seperti pinjaman online, kartu kredit, KTA, kredit motor atau mobil.

“Yang besar itu bukan biaya hidup, melainkan gaya hidup,” papar Direktur ABC Future Indonesia yang juga warga jemaat dan PHMJ GPIB Kinasih, Ciputat, Tangerang ini. Ia menyebutkan, 73% millennials terlilit utang hanya karena ingin terlihat mewah. Dimasa pandemi ini utamakan kebutuhan, tunda keinginan.

Menurutnya, sekali bisa rutin menabung, maka selamanya akan bisa dan jadi kebiasaan atau gaya hidup. Sekali terjerat utang, gali lobang tutup lobang, maka sulit sekali untuk bisa keluar dari lingkaran hutang.

Bagi yang sudah terbebas dari persoalan hutang dlsb, bisa mengembangkan kekayaan investasi pada semua yang bisa mendapatkan pasif income antara lain dengan berbisnis diproperti, reksadana, saham. Pasif income harus melebihi total pengeluaran, sehingga aktif income bisa untuk ditabung dan diinvestasikan kembali. /ans

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.