JAKARTA, EmitenUpdate.com – PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) berencana untuk melakukan eksplorasi tambang demi menemukan cadangan baru, dan akan menggandakan kapasitas pabrik pengolahan dalam lima tahun ke depan. Belanja modal untuk ekspansi ini akan dibiayai dari kas internal perusahaan.

Archi baru saja melakukan eksplorasi dan penambangan dari sekitar 10% dari area konsesi yang memiliki total luas keseluruhan sekitar 40 ribu hektare. Archi berencana untuk mendorong kegiatan eksplorasi tambang ke area proyek Near-mine, Western Corridor, dan Greenfields. Mengatakan itu, Direktur Keuangan dan Chief Financial Officer (CFO) Archi Indonesia, Adam Jaya Putra.

Archi juga akan meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan bijih emas dari sekitar 3,6 juta ton per tahun pada akhir 2020 menjadi 8 juta ton per tahun pada akhir 2025. Peningkatan kapasitas ini bisa membuat Archi memproduksi emas lebih dari 450 kilo ons atau lebih dari 14 ton emas per tahun.

Sebagaimana diketahui Archi resmi mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (28/6). Perusahaan tambang emas milik Grup Rajawali yang dikendalikan Peter Sondakh itu bakal lebih ekspansif. Tahun ini, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1,2 triliun.

Perseroan meraih dana Rp 2,79 triliun dari hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Archi melepas sebanyak 3,72 miliar saham yang mewakili 15% dari modal disetor. Harga IPO sebesar Rp 750 per saham. /fsp

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.