EmitenUpdate.com – PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) berharap bisa membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 20% menjadi Rp 1,26 triliun pada 2021.

Untuk merealisasikan target pertumbuhan tahun ini, emiten yang mencatatkan sahamnya di BEI pada Desember 2020 tersebut mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 78 miliar. Capex tersebut berasal dari perolehan IPO saham dengan total Rp 100 miliar.

Seperti dilansir Investor.Id, Jumat (21/5/2021),capex digunakan untuk penambahan armada kendaraan dan belanja mesin pabrik. Sedangkan capex hingga kuartal I-2021 baru digunakan 10%. Optimisme realisasi pertumbuhan kinerja didukung keberhasilan perseroan meraup laba bersih Rp 36 miliar atau meningkat 14% pada kuartal I-2021 dibandingkan kuartal I-2020. Pendapatan juga naik 8,35% menjadi Rp 265 miliar dibanding periode yang sama sebelumnya.

Laba bersih diproyeksikan mencapai 14% dari target pendapatan. Pertumbuhan tersebut akan dikejar dengan menggenjot lini bisnis kesehatan atau antiseptik, seiring tingginya kebutuhan produk tersebut di masa pandemi Covid-19.

Perseroan mencatat bahwa produk perawatan tubuh dan antiseptik berkontribusi 50,85% terhadap total pendapatan. Sisanya disumbang dari penjualan produk perawatan rambut 49,07% dan lain-lain 0,08%.

Prospek industri perawatan, kecantikan dan kesehatan terus memiliki peluang untuk tumbuh di tengah pandemi. “Selama 2021, penjualan produk kesehatan menyumbang sekitar 12% terhadap total pendapatan tahun 2020. Kami meyakini bahwa bisnis ini tetap tumbuh dan kontribusinya akan membesar ke depan.

Perseroan terus mengembangkan produk-produk yang inovatif dari waktu ke waktu. Hal tersebut ditandai dengan beberapa produk yang sudah diluncurkan selama tahun 2020 dan awal 2021, seperti Herborist Hand Sanitizer Liquid 100ml, Victoria Teens Body Mist 100ml, Herborist Rose Water 100ml, Victoria Teens Cologne Gel 36ml, Miranda Pastel Series, dan Nuface Eye Brows.

Perseroan juga akan memperkuat pasar ke luar negeri dengan menambah negara baru untuk peluang ekspor. Saat ini, Victoria Care telah memiliki jaringan distribusi produk dari Aceh hingga Papua. Sedangkan jaringan global ke beberapa negara di Asia dan Timur Tengah. Beberapa negara tujuan utama di Asia adalah Jepang, Malaysia, Korea, Brunei Darussalam, Tiongkok, dan Hong Kong.

Perseroan sedang melakukan penjajakan untuk ekspor ke negara Bahrain dan Libya. Saat ini, porsi ekspor masih kecil dibawah 5%.

Victoria Care akan membagikan dividen Rp 33,54 miliar atau Rp 5 per saham. Dividen tahun buku 2020 itu akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat selambat-lambatnya pada 18 Juni 2021. Sepanjang 2020, Victoria Care Indonesia membukukan pendapatan Rp 1,05 triliun, tumbuh sebesar 31% dan melebihi target yang ditetapkan di awal tahun sebesar 30%.

Perseroan juga mencatat laba positif dimana laba periode berjalan tumbuh sebesar 32,8% menjadi Rp 148 miliar pada tahun 2020. Saat ini, Victoria Care memiliki tujuh merek, yaitu Herborist (produk perawatan tubuh dengan konsep natural), Miranda (produk pewarna dan juga perawatan rambut), Victoria (produk perawatan tubuh dan wewangian tubuh berkonsep praktis dan modern), Sixsence (produk pewangi tubuh untuk remaja), Iria (produk perlengkapan mandi dari bahan susu kambing), Nuface (produk masker perawatan wajah dan kapas kecantikan), dan CBD (produk perawatan dan pewarna rambut yang digunakan para hairdresser profesional).

Belum lama ini, Victoria Care juga memproduksi hand sanitizer dengan merek Herborist dan disinfektan Secret Clean. /***

By emiten

Leave a Reply

Your email address will not be published.